Rumah Anaya

Rumah Anaya

  • WpView
    Reads 254
  • WpVote
    Votes 91
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 24, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Gadis itu berjalan gontai ditrotoar dengan baju yang basah kuyup sembari menggenggam ponselnya yang sudah hampir mati akibat kemasukan air. "Gw harus kemana" Batinnya, ia terus berjalan tak tentu arah meskipun hari sudah mulai gelap "Apa gw mati aja ya" gumamnya "Lagi pula gw gak dibutuhkan disini" ia berhenti sejenak sebelum akhirnya berbalik dan berjalan menuju jembatan. Naya menatap kearah bawah jembatan yang terlihat begitu gelap, rasa ragu mulai menghantuinya namun kali ini keputusannya sudah bulat. "Gak ada lagi yang bisa gw lakuin" ucapnya, ia mengangkat sebelah kakinya kepagar pembatas jembatan itu dan bersiap untuk melompat namun sebelum rencana itu berhasil terlaksana sebuah tangan menariknya kuat hingga ia terjatuh dalam pelukkannya, mereka saling melemparkan tatapan canggung. @mia_aliee
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Saat Cinta Tak Terucap
  • Luka Bercerita
  • Terjadi Sesuatu Padaku
  • About Aidan ✔️
  • Pak Dokter & Buk Tani
  • Lalu, aku ini siapa? [COMPLETE]
  • Why you Comeback
  • Dokter Spesialis Mantan [ON GOING]
  • Aku, Kamu, Yang Beda. [On Going]

Aira, seorang mahasiswi seni yang introvert, merasa nyaman dengan dunianya yang sunyi. Di balik ketenangannya, ada luka lama yang masih mengganggu hatinya-rasa takut untuk jatuh cinta lagi setelah perpisahan traumatis dengan ayahnya. Ia memilih untuk hidup tanpa melibatkan perasaan, menjalani hari-harinya dengan rutinitas yang aman dan terkontrol. Namun, semuanya berubah saat ia bertemu dengan Raka, seorang mahasiswa film yang baru pindah ke kampusnya. Raka yang ceria dan penuh perhatian membuat Aira merasa tak nyaman, tetapi perlahan ia mulai melihat sisi lain dari diri Raka yang membuatnya merasa dihargai dan dipahami. Meskipun demikian, Aira masih diliputi ketakutan akan hubungan yang lebih dalam. Seiring berjalannya waktu, perasaan antara mereka semakin berkembang, tapi Aira berusaha keras untuk menghindarinya. Dia takut jika dirinya membuka hati, luka lama itu akan terbuka kembali. Raka, yang jatuh cinta pada Aira, tidak ingin menyerah begitu saja. Dia tahu ada lebih banyak di dalam diri Aira, dan dia bersedia menunggu. Akankah Aira mampu menghadapi ketakutannya dan menerima cinta yang datang dengan perlahan? Ataukah ia akan terus membiarkan cinta yang indah itu hanya menjadi sesuatu yang tak terucap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines