Destiny

Destiny

  • WpView
    Reads 93
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 28, 2025
Antara sebuah kesialan atau kebodohan "Pergi kau dari sini!!!"Teriakan seorang pria pada seorang gadis kecil bernama Lisa. Lisa terdiam menunduk, tubuh gadis berusia 12 tahun itu bergetar ketakutan di matanya, dia hanya berdiri diam sambil menundukkan kepalanya. "Oksigen di ruangan ini akan tercemar karena kehadiranmu bodoh!!" Pria itu kembali membentak "Prang"sebuah piring kaca dilemparkan ke arah Lisa. Lisa masih terdiam meski melihat darah mulai mengalir dari kakinya. "Pergilah kau sialan!"makin pria itu, Lisa yang mendengar nya segera menunduk memberi hormat dan melangkah pergi. "Bruk" seorang menabrak Lisa dengan sengaja, Lisa terjatuh, kakinya yang masih dipenuhi oleh kaca pecahan piring, pecahan piring yang masih menancap semakin menusuk daging kulit nya, sungguh Lisa ingin berteriak saat itu juga "eeeeeee lihat darah mu mengotori lantai" ucap gadis dengan gaun warna hijau di hadapan nya "men jijik kan " gadis itu melangkah dan dengan sengaja menginjak tangan Lisa lalu pergi dengan tawa penuh ejekan seakan melihat Lisa seperti itu adalah tonton yang lucu. Hello guys welcome to my story Destiny Selamat membacaπŸ€—πŸ€—πŸ‘πŸ‘πŸ€—πŸ‘
All Rights Reserved
#925
takdir
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Masa SMP Ku
  • PacarkuPshycopath (TAMAT)
  • My Sweet Psikopat
  • ALEYA~~
  • El Cielo y la Tierra
  • The Devil Queen (END)
  • Destined for me 2
  • Ending My End
  • "MIRACLE"  βœ”(COMPLETE)
  • Love Psychopath Darren [COMPLETED]

Novel ini menceritakan drama kehidupan yang menarik bagi para pemuda, cerita yang menceritakan lika-liku kehidupan seorang gadis, yang menjadikan dia yang dulunya Extrovert sekarang menjadi Introvert *Prolog* "Assalamualaikum" ucap ku sambil membuka pintu ruang rawat Arin "Wa'alaikumussalam" jawab semua orang berada di ruangan, Dengan suara yang parau Dengan sedikit berlari aku menghampiri Arin yang sedang berbaring kaku di tempat tidur rumah sakit "Arin bangun, katanya mau cerita sesuatu sama Ana, bangun yah Rin, tidurnya jangan lama-lama" ujar ku terduduk tak berdaya di samping tempat tidur Arin dengan mata yang berkaca-kaca Dengan spontan aku melihat kearah samping tempat tidur Arin, disitu terdapat alat pendeteksi detak jantung yang menunjukkan garis lurus disertai angka "0" Setelah melihat itu tangisku langsung pecah dan menangis sejadi-jadinya. Disaat itu juga ada yang memelukku dari belakang, lalu aku pun membalikkan badan ku dan menangis sejadi-jadinya di pelukan Azna "Udah yah Na, ikhlasin Arin, dia udah tenang di sana" ucap Azna berusaha menenangkan ku "Gak gak mungkin, ini cuma bohongan kan , dan ini pasti mesinnya mati" ujar ku sambil terus menangis "Udah tenangin diri kamu dulu yah na" ucap Azna dengan membelai punggungku dengan lembut _Udah segini dulu spoiler nya, dan lanjut ke awal cerita_ _Oya jangan lupa vote yah, supaya aku semangat buat update ceritanya. Makasihβ™‘β™‘_

More details
WpActionLinkContent Guidelines