Halu
  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 16, 2024
Gio adalah seorang pemuda introvert yang lebih suka menghabiskan waktu di rumah atau bersama beberapa teman dekat daripada berada di tengah keramaian. Dia merasa tidak nyaman berbicara di depan umum dan lebih memilih untuk mengamati daripada terlibat dalam percakapan. Meski begitu, Gio memiliki satu keinginan besar: untuk bisa lebih terbuka dan percaya diri seperti orang-orang di sekitarnya. Segalanya mulai berubah ketika Gio bertemu dengan Erine, seorang member idol grup nasional yang dikenal dengan kepribadiannya yang ekstrovert dan karismatik. Erine adalah sosok yang selalu menarik perhatian dengan cara berbicara yang fasih, serta kemampuan luar biasa untuk membuat orang merasa diterima. Gio terpesona oleh kepercayaan diri Erine dan cara dia dapat mempengaruhi orang-orang di sekitarnya. Di tengah perjalanan ini, Gio mulai merasakan konflik batin yang semakin kuat. Sementara dirinya semakin merasa percaya diri dan mulai diterima dalam berbagai kelompok, dia mulai mempertanyakan apakah dia benar-benar menjadi dirinya sendiri, ataukah hanya meniru karakter Erine yang telah ia idolakan. Momen puncaknya terjadi ketika Gio harus membuat keputusan besar dalam hidupnya-apakah dia akan terus berusaha menjadi "versi terbaik" dari dirinya yang lebih ekstrovert, ataukah dia akan menerima dan menghargai sisi introvertnya yang selama ini ia coba sembunyikan?
All Rights Reserved
#2
jkt48gen12
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak?
  • Silent Treatment: The Doll
  • -pertemuan kembali (orine)
  • APHRODITE, ORINE [End]√√
  • Set Me Free 'ORINE°
  • Antara Dendam dan Cinta
  • Silent Scars | Orine

Awalnya, Oline hanya menjalankan permintaan Delynn-mengantar Erine pulang, menemani jika Delynn tak bisa, memastikan gadis itu baik-baik saja. "Tolong jagain Erine ya, gue lagi sibuk." Itu yang selalu Delynn katakan. Dan Oline, sebagai sahabat, selalu menurut. Tapi lama-kelamaan, semuanya berubah. Erine bukan sekadar tanggung jawab yang Delynn titipkan. Setiap keluhan tentang Delynn, setiap panggilan malam yang meminta Oline untuk mendengar, setiap tawa, setiap tatapan yang tak seharusnya berarti apa-apa-perlahan, semuanya mulai mengisi ruang kosong dalam hati Oline. Dia tahu Erine masih mencintai Delynn. Dia tahu dirinya hanya tempat persinggahan saat Delynn tak ada. Tapi semakin lama, semakin sulit baginya untuk mengabaikan kenyataan bahwa Erine selalu pulang padanya. Oline tak tahu sampai kapan dia bisa menahan perasaan ini. Tapi ada satu pertanyaan yang terus menghantuinya setiap kali Erine memilih meneleponnya daripada Delynn: Kalau Delynn tahu, dia akan marah nggak? Atau justru... dia memang tak pernah peduli?

More details
WpActionLinkContent Guidelines