Lewat seni, Kita bicara

Lewat seni, Kita bicara

  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 16, 2024
WpInfo
Non-Fiction
Hannah, gadis bisu yang bekerja di toko buku, bertemu dengan Adrian yang suka datang tanpa banyak bicara. Mereka berbicara lewat tulisan dan buku, membentuk ikatan yang tak biasa. Adrian menulis di halaman buku yang dibelinya, ia menulis: "Kita tak perlu kata-kata, bukan?" Hannah tersenyum dan menulis di buku catatannya: "Benar, cukup lewat buku." Namun, saat Adrian pergi untuk mengejar impian, Hannah harus menghadapi kenyataan bahwa tak semua cerita memiliki akhir bahagia. Sebuah surat tiba tanpa peringatan, dan kata-kata yang ditulis di dalamnya mengubah segalanya. "Aku tak bisa kembali, Hannah."
All Rights Reserved
#15
bisu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Terpendam Sahabat
  • Bintang yang Tersenyum
  • Transmigrasi Seline (END)
  • Merried in Another Life (END)
  • Colors of My Quiet World
  • Dibalik langkah
  • Behind Our Fate

Hana dan Aria telah bersahabat sejak kecil. Mereka selalu bersama-tertawa, menangis, dan berbagi mimpi. Namun, di balik setiap tawa dan kebersamaan, Hana menyimpan perasaan yang tak pernah ia ucapkan. Cinta yang tumbuh diam-diam di hatinya untuk sahabatnya sendiri. Seiring berjalannya waktu, perasaan itu semakin sulit ia abaikan. Setiap tatapan Aria, setiap sentuhan kecil, membuatnya semakin terjebak dalam perasaan yang tak berani ia ungkapkan. Namun, ketakutan akan kehilangan persahabatan mereka membuat Hana memilih untuk diam. Ketika Aria mulai dekat dengan seseorang, Hana harus menghadapi kenyataan-apakah ia akan terus menyimpan perasaannya, atau akhirnya memiliki keberanian untuk mengungkapkan cinta yang selama ini terpendam? Sebuah kisah tentang cinta yang tumbuh di antara dua sahabat, tentang keberanian, ketakutan, dan bagaimana perasaan yang terpendam dapat mengubah segalanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines