Lewat seni, Kita bicara

Lewat seni, Kita bicara

  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 16, 2024
Hannah, gadis bisu yang bekerja di toko buku, bertemu dengan Adrian yang suka datang tanpa banyak bicara. Mereka berbicara lewat tulisan dan buku, membentuk ikatan yang tak biasa. Adrian menulis di halaman buku yang dibelinya, ia menulis: "Kita tak perlu kata-kata, bukan?" Hannah tersenyum dan menulis di buku catatannya: "Benar, cukup lewat buku." Namun, saat Adrian pergi untuk mengejar impian, Hannah harus menghadapi kenyataan bahwa tak semua cerita memiliki akhir bahagia. Sebuah surat tiba tanpa peringatan, dan kata-kata yang ditulis di dalamnya mengubah segalanya. "Aku tak bisa kembali, Hannah."
All Rights Reserved
#181
bisu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Our Story
  • Behind Our Fate
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • The Spaces Between Our Words (TAMAT)
  • Merried in Another Life (END)
  • Dalam Dekapan Malam
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Colors of My Quiet World
Our Story

Myshera Hanna adalah gadis berambut panjang berparas cantik yang memiliki hobi membaca buku sebisa mungkin Hanna menyempatkan diri untuk pergi ke toko buku setelah pulang sekolah hingga suatu hari di toko buku Hanna tidak sengaja menabrak seorang pria tinggi yang ternyata adalah kakak kelas nya yang bernama Zen Evan Hanna mencoba mengembalikan dompet milik kakak kelas nya itu. Berawal dari itu hubungan antara Hanna dan Evan makin dekat Hanna pun mulai menyukai kakak kelas nya. akan kah Hanna mendapat kan balasan cinta nya? atau malah sebaliknya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines