Penjaga Dua Alam

Penjaga Dua Alam

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 3, 2025
WpInfo
Fiction
Fantasy
"Mas, jangan lupa ya, jangan terlalu jauh! Nanti kalau ketemu pocong gimana?" celetuk Nenek sambil tertawa kecil. Dimas hanya nyengir. Ia sudah sering mendengar cerita-cerita seram dari Neneknya, tapi ia tidak pernah benar-benar takut. Justru rasa penasarannya lebih besar. Hutan bagi Dimas adalah tempat yang penuh misteri dan keajaiban. Sambil terus mengumpulkan kayu, Dimas berjalan menyusuri sebuah sungai kecil. Tiba-tiba, telinganya menangkap suara gemuruh samar dari arah utara. Suaranya seperti guntur, namun langit cerah tanpa sedikit pun awan. Penasaran, Dimas bergegas menuju sumber suara. Semakin dekat ia mendekati sumber suara, semakin jelas bunyi gemuruh itu terdengar. Ketika sampai di sebuah padang rumput yang luas, matanya membulat sempurna. Di tengah-tengah padang rumput itu, tergeletak sebuah benda besar yang bersinar terang. Benda itu berbentuk seperti meteor, namun memiliki permukaan yang halus dan berkilau. Asap tipis mengepul dari benda itu, menimbulkan bau harum yang aneh. Dengan hati-hati, Dimas mendekati benda asing itu. Ia tidak tahu apa itu, tapi rasa ingin tahunya sangat besar. Ia mengulurkan tangan dan menyentuh permukaan benda itu. Seketika, tubuhnya terasa seperti tersengat listrik. Cahaya terang menyilaukan matanya, dan ia merasakan sensasi panas yang menjalar ke seluruh tubuhnya. di
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misteri Hutan Terlarang
  • Hutan Terlarang [END]
  • Lembah Arunika
  • Bayangan yang tidak pernah pergi
  • HYDIE EARTH : BEYOND TIME AND SHADOWS
  • Misteri di Balik Kabut Gunung Salak
  • Kylen's Black Star (PROLOG)
  • Help Ghost

"Kau pikir hutan itu hanya pepohonan dan kabut? Kau salah. Ia hidup. Ia mengingat. Dan ia menyimpan apa yang ingin dilupakan manusia." Di balik desa tua bernama Koto Langang, terbentang sebuah hutan yang tak disebut dalam peta manapun. Hutan itu sunyi, terlalu sunyi untuk sekadar disebut alam biasa. Warga menyebutnya Hutan Terlarang-bukan karena dongeng atau legenda, tapi karena mereka tahu: siapa pun yang masuk ke dalamnya... tidak selalu kembali. Arven, remaja pendiam yang dihantui mimpi-mimpi aneh, bersama Acha, sahabat masa kecilnya yang berhati kuat, memutuskan menembus batas itu. Mereka tidak sendiri. Dalam kelompok mereka, tersembunyi luka masa lalu, rahasia yang mengintai, dan kekuatan yang belum terungkap. Ada Dini yang sinis, Dika sang playboy, Juwi yang menyimpan kekuatan luar nalar, Oyen yang di siang hari tampan tapi malam berubah menjadi kucing oren, Pika yang jahil, Sil yang bersuara magis, dan teman-teman lain yang masing-masing punya sisi gelap dan terang. Saat mereka masuk lebih dalam, hutan mulai bicara. Melalui simbol di pepohonan. Melalui bisikan tak kasat mata. Melalui kehilangan. Dan satu demi satu... Yang tersembunyi terungkap. Yang diam selama ini, bangkit. Apakah mereka siap menghadapi kebenaran yang selama ini dikubur jauh di dasar tanah dan ingatan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines