Maybe When I'm 28

Maybe When I'm 28

  • WpView
    LECTURAS 84
  • WpVote
    Votos 18
  • WpPart
    Partes 30
WpMetadataReadConcluida jue, dic 19, 2024
(DALAM TAHAP REVISI) Diana, seorang gadis berusia 18 tahun yang hidup sederhana bersama ibunya, selalu memandang kehidupan dengan impian besar. Ia membayangkan masa depan di mana ia kaya raya, hidup bahagia, dan menikahi seorang pria tampan yang sepenuhnya memahami dirinya. Sebagai mahasiswa sastra Inggris, Diana sering tenggelam dalam dunia kata-kata, namun hatinya dipenuhi oleh harapan akan kehidupan yang lebih dari sekadar buku dan rutinitas sehari-hari. Di tengah kesederhanaannya, Diana meyakini bahwa segalanya akan berubah di usia 28. Dalam imajinasinya, itulah usia di mana semua impiannya akan menjadi kenyataan, kekayaan, cinta sejati, dan kehidupan yang sempurna. Tapi perjalanan menuju usia itu penuh dengan tantangan, keraguan, dan kejutan yang tak terduga. Bisakah Diana menemukan kebahagiaan yang ia idamkan? Dan apakah pria yang ia impikan benar-benar nyata? Sebuah kisah tentang harapan, cinta, dan pencarian makna hidup, "Maybe When I'm 28" membawa kita menyelami impian seorang gadis muda yang berjuang untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Todos los derechos reservados
#49
man
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • LENSA HATI : Still, I Frame You
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • Naretta
  • Lifeocado
  • If I Had to Choose
  • The Boat of Blossoms
  • Tentang Pemimpi (Kisah Meraih Beasiswa LPDP)
  • Setelah Kita Delapan Belas Tahun
  • Narasi patah hati
  • The Veil of the Elf Prince [ON GOING]

Bara memilih hidup dalam keheningan, menjadikan lensa sebagai pelarian dari masa lalu yang tak ingin ia buka kembali. Ia menangkap dunia dalam bingkai foto, tapi menutup hatinya dari cinta dan pernikahan. Hingga hadir Iris, gadis berhijab yang cerah dan lembut, perlahan menjadi sosok yang mengisi ruang-ruang kosong dalam hidupnya. Namun cinta mereka tak pernah benar-benar tumbuh-bukan karena tak saling rasa, tetapi karena Bara tak pernah berani melangkah. Saat Iris memilih jalan hidupnya bersama pria lain, Bara tidak marah, tidak juga hancur. Ia justru mengambil kameranya... dan memotret senyum terakhir yang bukan untuknya. Karena tak semua cinta harus memiliki. Sebagian cukup dikenang, dan dibingkai-dalam hati. 📚 Genre: Romansa Kontemporer | Drama Psikologis | Slice of Life

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido