PERFECT NIGHT FOR US

PERFECT NIGHT FOR US

  • WpView
    Reads 374
  • WpVote
    Votes 122
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Mar 1, 2025
Apa kalian pernah mengalami hal seperti ini, yaitu terlalu sibuk dengan kehidupan bekerja siang dan malam karna itu amanah dari yang tetua di keluarga? Lalu lupa dengan diri kalian sendiri yang harus apa saat tiba saatnya beranjak dewasa? Maka hal itu yang dialami oleh gilbert parcy dercle tharyes, dia adalah cucu dari tokoh yang memajukan kota aldestro, erdel tharyes. Gilbert dimintai oleh kakeknya untuk menjaga kota aldestro dari bahaya, seiring berjalannya waktu, bahaya selalu menyerang kota aldestro, dan kini kriminal terbesar yaitu gamma sekarang ini sedang dia cari-cari. Pekerjaannya ini memang membahayakan karena harus berurusan dengan penjahat berbahaya, tapi apa boleh buat, kakeknya sering mengajarkan dia seni bela diri, strategi melawan musuh, dan teknik untuk gesit dan lincah. Gilbert sering keluar untuk menyelesaikan masalah kota sebenarnya, dan bukan hanya penjahat. Namun, dari sinilah ibunya melihat bahwa anaknya telah cukup dewasa untuk menikah dan mempunyai keluarga. seperti apa ceritanya? tapi sebelumnya vote dan komen kalau ada pendapat atau kritikan ya. selamat membaca, see you.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] When the Stars are Tired
  • Cinta Dan Lukanya
  • Dia Atau Ayahnya
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • ALGRAVANO
  • BEHIND YOUR SMILE [COMPLETED]
  • Pernikahan Mendadak [Terbit]
  • Criminal
  • 𝐍𝐎𝐓𝐇𝐈𝐍𝐆 𝐅𝐋𝐎𝐖𝐄𝐑 { 𝐂𝐎𝐌𝐏𝐋𝐄𝐓𝐄𝐃 }
  • Cinta Dan Kasih Sayang (Writing Temporarily Suspended)

[TAMAT-LENGKAP] Vote dan komentar sangat diapresiasi😺 Di kota yang tidak pernah benar-benar tidur, di antara bangunan yang dibangun dari ambisi dan jalanan yang tak pernah mengizinkan langkah berhenti terlalu lama, ada dua jiwa yang terus berjalan bukan karena tahu arah, tetapi karena tak tahu bagaimana cara berhenti. Prawira Dirja Kartasasmita yang tumbuh terlalu cepat, terlalu sunyi, terlalu terbiasa membungkam isi hati demi memenuhi ekspektasi. Hidup dalam dunia yang menuntut ketegasan tanpa jeda, di mana keberhasilan adalah mata uang, dan kelembutan dianggap kelemahan. Bukti nyata bahkan jiwa yang paling terlatih pun, pada akhirnya, bisa lelah juga. Rania Dwijaswari Atmadja yang dibesarkan dengan cinta dan tawa keluarga. Anak tunggal yang belajar menjadi dewasa sebelum waktunya, tetapi sering lupa bertanya apakah dirinya baik-baik saja. Di balik senyumnya tersimpan pertanyaan sederhana: akankah ia menemukan dirinya lagi jika terlalu lama beristirahat? Dalam perjalanan panjang yang penuh kebetulan untuk mencari tempat rehat dari kungkungan ekspektasi, akankah dua jiwa ini menemukan alasan untuk tetap duduk, ataukah pintu untuk pergi terasa lebih mudah untuk dijalani? #2 di Romansa (30 Juli 2025)

More details
WpActionLinkContent Guidelines