ANAK DESA YANG BERAMBISI SUKSES

ANAK DESA YANG BERAMBISI SUKSES

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 19, 2024
Senja melukis langit dengan warna keemasan. Di ujung pematang sawah, Aldi berdiri dengan pandangan jauh ke depan, seolah menatap dunia yang lebih besar dari tempat ia berpijak. Angin lembut meniup rambutnya, membawa aroma tanah basah yang selalu akrab di hidungnya. Hidup di desa mengajarkan banyak hal kepada Aldi-kesederhanaan, kerja keras, dan kebersamaan. Namun, di balik semua itu, ada satu hal yang tak pernah ia temukan di sini: kesempatan. Setiap hari, ia melihat orang-orang di sekitarnya menjalani hidup yang sama, bertahun-tahun tanpa perubahan. Aldi tak mau menjadi seperti itu. Ia tahu, dunia di luar sana menawarkan lebih banyak, dan ia bertekad untuk meraihnya. "Satu-satunya cara keluar dari kemiskinan ini adalah dengan keberanian," bisiknya pada dirinya sendiri. Ia mengepalkan tangan, merasakan denyut tekad yang mengalir dalam nadinya. Bagi Aldi, kesuksesan bukan sekadar impian kosong. Itu adalah janji yang ia buat kepada dirinya sendiri-janji untuk membuktikan bahwa seorang anak desa pun bisa mencapai hal-hal besar, selama ada kemauan dan usaha. Senja kian redup, tapi nyala tekad di hati Aldi semakin terang. Hari ini, ia bersumpah, langkahnya tak akan berhenti sampai ia menggenggam dunia yang diimpikannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Fractured Cheerfulness (On Going)
  • don't leave daddy CH2 (END)
  • AKHIR DARI PERJUANGAN (Season 1KISAH CINTA YANG BELUM SELESAI)
  • Kamar Kosong 13 S2 [End] ✓
  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)
  • save me
  • 31 Months for You (Revisi)
  • AKSARA LARA(END)

"Lo beneran bego, Fin. Gimana sih, gini aja lo ga ngerti-ngerti?" Satria menggelengkan kepala frustasi. Alfina cuma bisa cengengesan. "Jangan bosen ngajarin gue, ya." Di balik senyum yang tak pernah hilang, Alfina Adzra Wardana adalah anak yang terjebak di antara dua dunia. Dunia di mana dia terlihat ceria, ekstrovert, dan penuh semangat. Tapi ketika bel tanda pelajaran berbunyi, dia lebih memilih untuk menghindar daripada berhadapan dengan angka, rumus, atau teori-teori yang malah bikin pusing. Matematika? Ekonomi? Hanya kata-kata kosong yang dia coba terjemahkan dengan senyum yang terus dipaksakan. Satria, cowok yang dipaksa jadi tutor pribadi Alfina, udah sampai titik frustasi. "Lo bener-bener bego!" katanya, meskipun di balik itu, dia enggak bisa menahan rasa kagum pada dunia Alfina yang penuh warna dan seni. Karena ada satu hal yang Alfina tahu dengan pasti: dunia seni adalah tempat dia bisa bersinar. Setiap goresan kuas di kanvas adalah tempat dia bisa bebas, tanpa perlu penilaian orang lain. Tapi di rumah dan di sekolah, ada satu sosok yang terus dibandingkan dengan Alfina-adiknya Thalita, yang cerdas dan selalu jadi juara kelas. Alfina merasa dirinya selalu kalah. Di balik kebingungannya dan perasaan tak cukup, Alfina mencoba menemukan cara agar bisa berjuang untuk dirinya sendiri. Tapi, apakah itu cukup? Dan di tengah semua itu, apakah Satria, yang frustrasi mengajar, bisa melihat potensi besar dalam diri Alfina yang selama ini dia abaikan? Apakah Alfina bisa melepaskan diri dari bayang-bayang adiknya? Apakah Satria bisa melihat lebih dari sekadar kegagalannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines