Damar di Bumi Luhur

Damar di Bumi Luhur

  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 21, 2024
Harsha Ramaditya, mahasiswa Informatika semester tiga yang tengil dan penuh kejutan, harus berbagi divisi di BEM bersama Safaira Pramesthi, rekan yang selalu menjadi target keisengannya. Keduanya sering ribut, mulai dari cara kerja hingga hal-hal remeh seperti panggilan "Mesthi" yang kerap dijadikan bahan ledekan oleh Harsha. Namun, konflik mereka berubah saat Harsha mulai mendekati Safaira Pramesthi dengan alasan mencari informasi tentang sahabatnya, Garistha Navana. Perlahan, keisengan Harsha tak lagi sekadar bercanda-ia mulai mempertanyakan perasaan yang sesungguhnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misi Pelengkap (Tiga)
  • Takdir di Antara Kita (Tamat)
  • Bucin Ala Al [END]
  • Matcha Green Tea
  • The Way Home
  • Kahfi dan Yumna
  • The Hidden Line - Panah, Password, dan Pengkhianatan.

~ini lanjutan cerita ~MISI GABUNGAN sepulang sekolah Zahra mendapat panggilan yang mengharuskan dia menghadiri ekskul stem yang dia sebenarnya tidak mau pergi kesana. Tapi berbeda dengan Yusuf dan Rahman yang tidak banyak protes dan tetap mendatangi ruang ekskul stem. "Arggh, aku padahal udah bilang gak mau ikut loh" omel Zahra sepanjang jalan "Dah tu, kita coba je la, kalau tak seronok baru berhenti" ucap Rahman "Koleksi stem, jelas la tak seronok, ape la kau ni Rahman" ucap Yusuf "Mana sih ruangannya?" Marah Zahra karena sudah lelah berjalan "Haa tu, bilik stem" ucap Yusuf Mereka bertiga berjalan dan masuk kedalam ruangan tersebut, betapa terkejutnya mereka saat melihat ruangan yang ternyata adalah sebuah gudang. "Ooh, salah masuk kita ni" komentar Rahman Mereka berbalik keluar tapi terkejut saat melihat cikgu bidin didepan pintu. "HWAAA, cikgu bidin. Jangan ngagetin dong" marah Zahra "Korang dah sampai, ambil satu-satu, habistu letak Kat sini" ucap cikgu bidin Mereka bertiga menurut dan setelah meletakkan Stam ke buku tiba-tiba muncul pintu rahasia.

More details
WpActionLinkContent Guidelines