Transmigrasi jadi Paman Vilainess

Transmigrasi jadi Paman Vilainess

  • WpView
    Reads 60,215
  • WpVote
    Votes 6,404
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 8, 2025
Saat aku membuka mataku, aku sudah berada di tengah acara pemakaman. Aku tidak tahu siapa yang sedang dimakamkan dan juga semua orang yang berkumpul disini tidak ada satu pun yang kukenal. "malang sekali.. diumur yang masih sangat muda, nona kecil sudah kehilangan kedua orang tuanya.." "itu benar, tapi sekarang siapa yang bersedia mengurusnya?" "entahlah mungkin ada kerabat dari keluarga nya yang bersedia mengurusnya?" Jauh dari keramaian, aku mendengar beberapa orang berbisik. Entah mengapa aku mendapatkan firasat buruk tentang ini. tap! tiba-tiba seseorang menepuk pundakku. "Tuan muda Nash Gavriel, karna anda adalah salah satu kerabat dari nona Olivia Lindbergh bersediakah anda menjadi wali nya?" 07/06/2025 : #3 on bangsawan 12/07/2025 : #1 on Fantasy
All Rights Reserved
#587
femalelead
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE DEMONIC YOUNGEST DAUGHTER
  • L'Efant choisi
  • HAGA : Becoming the Father of the Villain Twins
  • VANIA AND BOYS LOVE NOVEL!
  • Heroin Of Emores 【END - TERBIT】
  • Become Baby Boy✓
  • Silent Phase [END]
  • TRANSMIGRASI BAKA!! (HIATUS)

Aku tahu takdir memang selalu bercanda padaku, mungkin lebih tepatnya merundungku. Sedari awal hidupku tidak berjalan baik. Bukan, bukan melarat apalagi bekerja bagai kuda hanya untuk sesuap nasi, tetapi menjadi anak dari konglomerat yang meneteskan liur pada reputasi. Aku lah anak yang ditempa sekeras mungkin oleh orangtuaku untuk meraih reputasi impian mereka. Kurasa meski aku hancur berkali-kali, tumpul berkali-kali, dan berkarat berkali-kali; orangtuaku masih menarik leherku dengan paksa untuk bekerja demi reputasi mereka. Aku yang hidup seperti itu, kurasa dengan mati setidaknya bisa terbebas. Namun, bak keluar kandang buaya masuk kandang harimau, aku terbebas dari orangtuaku akan tetapi jatuh ke dalam genggaman entitas lain. Dewa yang menyeretku paksa untuk menjalani kehidupan seseorang yang kuberi iba secuil biji jagung. Libitina Kaltain. Karakter dari novel yang kubaca kala memiliki waktu luang sebiji kecil. Bukan, bukan pemeran utama yang menakjubkan apalagi pemeran penjahat. Tapi hanya pemeran pendamping yang bahkan hanya muncul sekali. Sang tumbal peperangan, keturunan yang menyedihkan dari Keluarga Kaltain. Anak yang hanya muncul saat keluarganya mengorbankan dirinya demi memenangkan peperangan. Anak yang malang, begitulah kupikir. Jika tahu rasa Ibaku yang ternyata membawaku ke sini, maka lebih baik kuludahi saja namanya. Libitina Kaltain, aku hidup kembali dalam tubuh penuh luka dan tak berdaya miliknya. Menjalani hidup menyedihkan Libitina yang bahkan lebih rendah dari budak, dianggap sampah keluarga yang tidak pernah dipandang. Aku hidup sebagai dirinya, sekaligus menanggung takdirnya yang entah apa. Bersamaan dengan kebingunganku pada Dunia dan takdirku sendiri, kata mengapa yang menggerayangi. Mau bagaimanapun aku harus bertahan di sini, meski bersamaan dengan kemarahan yang tumbuh membukit, serta dendam dan kebingunganku. Mungkin juga secuil harapanku. . _____________________ Warning: terdapat kata-kata kasar! Slow update

More details
WpActionLinkContent Guidelines