He Choose Me Over the Plot
.
.
.
.
Jimin terbangun di tubuh _extra_ paling sial di novel berdarah:
Namanya cuma numpang lewat 3 baris, job desc-nya jadi _tumbal angst_ ML x FL, dan endingnya sudah ditulis-*mati di tangan Male Lead*.
Rencana awal: _survive_. Hindari FL. Jadi anak baik di depan ML. Jangan ikut campur plot. Mati-matian ubah takdir biar bisa pulang.
Rencana gagal.
Karena setiap langkah Jimin buat kabur dari naskah, justru bikin Male Lead menoleh. Menatap. Mengurung.
Pria yang harusnya dingin, yang harusnya menyelamatkan dunia bersama wanita lain, malah membakar peta takdirnya sendiri dan berbisik di telinga Jimin:
_"Kau milikku. Tidak pedulibahkan jika kau ingin kabur dariku. Yang kutau-kau harus berada di sisiku. Bahkan jika aku harus mengubur dunia ini untuk menebusnya."_
Di novel asli, Jimin adalah kematian.
Di naskah baru, Jimin adalah alasan Male Lead _murtad_ dari cerita.
Kalau cinta tidak tertulis, maka dia akan menulisnya sendiri. Dengan darah.
.
.
.
_Dia ditakdirkan membunuhku.
Aku ditakdirkan mengubah itu.
Tapi kami berdua tidak tahu-obsesi tidak pernah peduli naskah._
#jikook/kookmin