RUMAH KECIL ITU by : Plavana

RUMAH KECIL ITU by : Plavana

  • WpView
    Reads 6,281
  • WpVote
    Votes 2,114
  • WpPart
    Parts 52
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 18, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
FOLLOW : @wattpad_plavana03 [Janlup follow dan vote ya! Biar tau kalau update cerita terbaru] Untuk kita, yang dipaksa ikhlas ketika sesak, dan dipaksa mati dalam cerita sendiri. "Kemana perginya mereka?" "Pergilah disaat kamu senang, dan datanglah disaat kau membutuhkan cahaya. Sama seperti bintang yang menerangi langit gelap, disaat rembulan tak kunjung datang." -Elektra Pramoedya. "Semua manusia itu egois. Yang membedakannya hanyalah kadarnya" -Xayara Rayana Deamore. "Dunia itu baik. Bagai tokoh yang memakan hal buruk dalam diri manusia. Namun, aku adalah makanan yang membuat tokoh itu alergi." -Eunio Astrazna Reberturs. "Aku adalah rembulan yang akan menerangimu dengan bentukku yang berbeda." -Adarano Hwenzania Qwertynus. HIGHEST RANK : #1 in Pramoedya #1 in Rumah Kecil
All Rights Reserved
#403
penyamaran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love With Ghost
  • Lumen Spei. [Ongoing]
  • SALAH RASA (TAMAT)
  • Vericha Aflyn ✔️
  • Permainan Takdir [TAMAT]
  • 𝔼𝕊𝕋𝔸𝔽𝔼𝕋 𝕋☠️𝕏𝕀ℂ [ Re-up. New version ]
  • ℤ𝔸𝕐ℕ
  • || PERJODOHAN ||
  • Sirna | Park Sungjin AU

Aku tak tau, tiba tiba aku terjebak. Terjebak dalam ruang waktu yang aku tak tau itu dimana. Semua terasa gelap, mencekam, dan menakutkan. Dan aku tahu, seseorang tengah memantau dan berniat jahat kepadaku. Aku takut! Aku sendiri di sini. Hingga dia hadir, menemani kesendirianku. Dia hadir, menyemangatiku unyuk melewati lika liku kisah hidupku. Kerumitan yang selalu menyeruak di setiap perjalanan hidupku. Kau tahu saat dirinya hadir. Dirinya seperti cahaya, cahaya yang menghapus gelapnya hidupku. Aku merasa hidupku lebih membaik. Tapi ternyata, lama kelamaan cahaya itu semakin meredup. Haruskan aku merelakannya dan hidup tanpa cahaya? Ataukah Harus ku pertahankan walau melawan takdir yang ada? "Terimakasih telah menemani dan menjagaku selama ini," "Tak perlu berterimakasih, sebab kamu adalah cinta sejatiku. Meski dimensi kita berbeda." ⚜⚜⚜ A story by Cicicul (Kelompok 1)

More details
WpActionLinkContent Guidelines