"Lorong Bayangan"

"Lorong Bayangan"

  • WpView
    LECTURES 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., déc. 20, 2024
"Di sebuah kampus tua yang menyimpan banyak rahasia, tersembunyi sebuah lorong di balik perpustakaan usang. Konon, lorong itu menjadi tempat hilangnya mahasiswa-mahasiswa yang tak pernah ditemukan kembali. Raka dan Sinta, dua mahasiswa yang penasaran, tak sengaja membuka jalan ke lorong terkutuk tersebut. Namun, mereka tidak hanya menemukan sejarah kelam di balik lorong itu, tetapi juga memancing sosok arwah penuh dendam yang menuntut balas atas dosa masa lalu. Saat teror mulai merasuk ke kehidupan mereka, Raka menyadari bahwa dirinya memiliki keterkaitan dengan tragedi yang terjadi puluhan tahun lalu. Mampukah mereka mematahkan kutukan lorong tersebut, atau justru menjadi korban berikutnya? Jika ada elemen yang ingin ditambahkan atau disesuaikan, beri tahu saya!"
Tous Droits Réservés
#493
horror-thriller
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • 30 day's
  • Jejak Di Lorong 4A
  • GLORY HIGH SCHOOL
  • Siapa Pelaku Sebenarnya
  • DEXTER
  • Empat Bulan di Pulau Kumala
  • GIRL IN THE SHADOW
  • Detektif Kampus - Kasus Pembuka
30 day's

Sembilan mahasiswa dari berbagai jurusan ditugaskan untuk menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sebuah desa terpencil yang jarang tersentuh teknologi dan pembangunan. Awalnya, semuanya berjalan biasa-kegiatan sosial, interaksi dengan warga, dan adaptasi dengan lingkungan baru. Namun, sejak hari ketiga, kejadian-kejadian aneh mulai terjadi: suara langkah di malam hari, sosok asing berpakaian serdadu, dan bisikan dalam bahasa Belanda. Mereka segera menyadari bahwa desa itu menyimpan rahasia kelam dari masa penjajahan. Sebuah bangunan tua bekas pos penjagaan Belanda ternyata menjadi tempat bersemayam arwah-arwah tentara kolonial yang tak tenang. Arwah pemimpinnya, Letnan Van der Wijk, menganggap kehadiran para mahasiswa sebagai pelanggaran wilayah. Satu per satu dari mereka mulai mengalami gangguan: kerasukan, hilang secara misterius, bahkan mencoba melarikan diri namun kembali lagi ke tempat yang sama. Mereka menemukan fakta mengerikan: tidak ada yang bisa pergi dari desa itu sebelum 30 hari berlalu... kecuali mereka bisa mengakhiri kutukan yang mengikat arwah-arwah Belanda itu. Waktu terus berjalan, dan teror semakin nyata. Apakah kesembilan mahasiswa ini akan selamat hingga hari ke-30, atau justru menjadi bagian dari kutukan itu selamanya?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu