"ASMARALOKA"

"ASMARALOKA"

  • WpView
    Reads 18,834
  • WpVote
    Votes 789
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 8, 2025
Tak pernah sekalipun terlintas di otak Asya untuk menikah dengan seorang pria matang yang memiliki usia jauh lebih tua darinya. Arkana Lousia Mahendra, pria matang berusia 32 tahun. pemilik dari PT.Lousia grup. Asyakila Kasifa Alzeina, putri dari pasangan kiai Aksa Alzeinandra dan Syakila Alkasifa. adik kembar dari seorang gus terkenal bernama Narendra Aksara Alzeinandra. Asya masih tak percaya, setelah pertemuannya dengan Arka di tempat pengajian di bandung, ia dan Arka menikah. .. Di tengah perjalanan kehidupan nya dan Arka, Asya harus menghadapi badai besar tanpa genggaman Arka, melainkan genggaman lelaki yang jauh lebih muda darinya. ikuti terus kelanjutannya, FOLLOW SEBELUM MEMBACA!!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dokter Spesialis Mantan [ON GOING]
  • Setelah Menikah
  • Kami yang Berdosa
  • STUPID MISSION
  • NIKAH MUDA [COMPLETED]
  • My Perfect Husband
  • TOUCHED (End)
  • Kecantol Duda Anak Satu
  • Dandelion
  • He's my Man

"Yang nggak pernah benar-benar selesai, justru yang paling susah dilupakan." - Nayyara Tujuh tahun. Itu waktu yang Nayyara habiskan untuk mencoba sembuh-dari luka yang bahkan tak sempat diberi penutup. Luka yang diam-diam ia bawa sejak bangku kuliah kedokteran, hingga kini menyandang gelar spesialis. Luka bernama Adrian Baskara-mantan yang pergi tanpa kata, tanpa perpisahan. Hanya hilang. Begitu saja. Sialnya ketika ia merasa telah pulih, semesta mengajak bercanda. Sebuah mutasi mendadak menjatuhkannya dari puncak karier di rumah sakit elit Jakarta ke pelosok desa di Jawa Tengah. Desa asing yang lebih percaya ramuan dukun ketimbang resep dokter, lebih patuh pada mitos ketimbang medis. Nayyara datang sebagai penyintas-asing, tersesat, nyaris patah. Tapi ia bertahan. Ia belajar hidup dari nol. Ia kira, itu sudah cukup berat. Sampai... Adrian muncul. Kini pria itu berdiri di hadapannya-dengan senyum sabar, tatap mata yang dulu menenangkan, dan seorang anak kecil yang tak sengaja memanggilnya, "Ayah." Nayyara ingin pergi. Meninggalkan desa ini. Menjauh dari kenangan yang kembali bernyawa. Tapi hati bukan peta yang bisa digariskan lurus-lurus saja. Luka lama belum sembuh, rahasia lama belum selesai. Dan pertanyaan itu terus menghantui: Kenapa Adrian pergi tanpa pamit dulu? Dan... kalau cinta yang lama mati ternyata belum benar-benar terkubur, bisakah Nayyara mencintai lagi-tanpa takut patah untuk kedua kalinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines