Story cover for Twinkle by TiniePawster
Twinkle
  • WpView
    LECTURAS 379
  • WpVote
    Votos 42
  • WpPart
    Partes 7
  • WpView
    LECTURAS 379
  • WpVote
    Votos 42
  • WpPart
    Partes 7
Continúa, Has publicado dic 20, 2024
Aku dulu memilih dua manusia, Si Tinggi dan Si Kecil. Selalu kupanggil begitu sampai aku mengetahui nama mereka, Juna dan adiknya, Alan. Jimmy adalah kata yang mereka gunakan untuk memanggilku. Jadi, halo, namaku Jimmy. Butuh beberapa waktu untuk menyadari bahwa nama itu adalah milikku. 

Hari-hari kami bertiga dulu begitu hangat, seperti bersarang di bawah selimut tebal di kala hujan lebat. Iya, hujan besar! Karena Alan dan Juna tidak begitu bahagia. Tapi jika kami berlindung bersama dalam selimut, semuanya akan baik-baik saja.

Tapi segalanya berubah ketika si Tinggi pergi. Ia membawa tas besar dan meninggalkan pelukan terakhirnya untuk si Kecil di depan pintu. Setelah itu, rumah ini mulai terasa dingin. Mungkin, tak ada cara untuk menghangatkan anak itu lagi di tengah bekunya kamar kami ini.

Aku adalah seekor kucing yang anggun dan bijaksana, tetapi itu tak cukup membuatku memahami sepenuhnya pola pikir manusia dan apa-apa yang terjadi di antara mereka. Yang kupahami, seperti cahaya lilin yang hampir padam melebur, Alan tak akan bertahan lama dalam keputusasaannya menunggu Juna kembali.

Sampul sementara bersumber dari pinterest, nama kreator belum diketahui.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Twinkle a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#308beomgyu
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Merpati [END] cover
How to Say "Goodbye"?✔️ cover
R U M I T cover
GALEN [END] cover
Hujan dan Pembencinya cover
Our House [END] cover
Tentang ; Gemilang  cover
Walk The Line - [Enhypen] SLOW UP cover
[Minsung] Only One Reason: Your Precious Smile cover
Melankolia [SEDANG DIREVISI] cover

Merpati [END]

30 partes Concluida

Sadya kecil selalu iri dengan Galang Adiknya. Mendapat kasih sayang penuh dari Ayahnya adalah keinginan Sadya sedari kecil, namun sampai dirinya dewasa pun keinginan itu belum terpenuhi sama sekali. Bukan berarti Ayah menganggapnya tidak ada, Ayahnya baik kebutuhan dirinya selalu dipenuhi namun entah kenapa Ayah melakukannya seperti setengah hati. Melihat Galang diperlakukan spesial oleh sang Ayah membuat keirian dalam diri Sadya kian membesar, melihat senyum Galang saat dipeluk Ayah membuat Sadya kecil menangis dalam tidurnya. "Kak Sadya, ayo main tadi Ayah belikan Gala mainan baru!" Sadya tersenyum paksa sebelum mengangguk dan mulai bermain bersama sang Adik. "Gala, kalau kamu gak ada di dunia Ayah akan sayang aku kan?" ** Copyright © 2023 purpelyb 📢 NOTE : FANFICTION ⚠️Dilarang plagiat, copy ataupun yang bersifat meniru!! ⚠️