Berada dipuncak kesuksesannya, Amo justru merindukan keluarga kecilnya, keluarga dimana ia telah ditempa sedari kecil. Namun dilain sisi, Amo juga berpikir, beberapa bulan kedepan perusahaannya akan mengadakan Anniversary. Kepulangannya menuju tempat kelahirannya menimbulkan kenangan-kenangan lama pada dirinya sendiri. Hingga ia menerima sebuah email dari ketua angkatan sekolahnya dulu ketika di Pondok Pesantren. Menerima email tersebut, Amo berusaha mengingat kisah- kisah perjalanan sekolahnya semasa di Pondok Pesantren. Banyak yang tidak tahu mengenai seluk beluk Amo, namun perlahan puzzle demi puzzle akhirnya terkuak. Kisah asmaranya berhasil muncul kepermukaan ketika ia menghadiri acara reuni. Oncu, sahabat karibnya sewaktu di Pondok pesantren menghipnotisnya dan berhasil memunculkan kepingan puzzle yang selalu Amo pendam.
More details