Ladang Harapan

Ladang Harapan

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 1, 2025
Di tengah lanskap pedesaan Cianjur tahun 1968, lima saudara terpaksa menjalani hidup di bawah bayang-bayang masa lalu yang pahit. Raka, remaja 15 tahun yang tangguh, harus memikul tanggung jawab besar setelah ayah dan ibunya berpisah dan meninggalkan mereka. Bersama adik-adiknya - Dini yang penyayang, Beni yang polos, Danang yang manja, dan Reni yang masih balita - mereka bertahan hidup dengan memetik kangkung dari ladang milik seorang jenderal yang sedikit peduli pada nasib mereka. Namun, hidup tak pernah berbelas kasihan. Tabungan hasil kerja keras mereka dirampas oleh ayahnya sendiri, meninggalkan mereka tanpa harapan dan membuat dunia yang sudah keras terasa semakin menyesakkan. Di tengah kehancuran, Raka harus memutuskan: menyerah pada nasib atau melawan dunia yang seakan terus mencuri segalanya dari mereka. Bersandar pada janji yang ia buat kepada kakaknya yang terpisah, dan dorongan dari seorang guru yang penuh kasih, Raka bertekad untuk memutus rantai kemiskinan yang membelenggu keluarganya. Sekolah adalah satu-satunya harapan - sekaligus jalan keluar yang tampak mustahil. Dalam kisah yang penuh pengorbanan, kesetiaan, dan keteguhan, Ladang Harapan adalah cerita tentang bagaimana cinta keluarga yang sederhana mampu melawan dunia yang tak adil. Di setiap lembar cerita ini, kehidupan terasa seperti ladang kangkung - penuh duri dan lumpur, tetapi jika dirawat dengan tekad, harapan akan selalu tumbuh kembali.
All Rights Reserved
#895
motivation
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit di Ujung Dapur (TERBIT)
  • Tak punya Ayah, Tapi Aku punya Ibu yang hebat
  • Anak Angkat & Keluarga Posesif
  • Angkasa dan Cerita
  • Jovanka dan Abang Kembar
  • Pak Udin
  • Jejak Hati di Persimpangan Takdir
  • GISTARA (TERBIT)

Di sebuah rumah sederhana yang dindingnya mulai mengelupas dan atapnya bocor saat hujan turun, tinggal seorang ibu bernama Bu Saras, bersama ketiga anak lelakinya: Rega, Gibran, dan Damar. Mereka hidup dalam keterbatasan, namun dapur tua di belakang rumah selalu mengepul-bukan karena masakan yang mewah, tapi karena cinta dan harapan yang tak pernah padam. Setiap pagi, dari jendela kecil di ujung dapur itu, Bu Saras memandang langit yang sama-langit yang ia yakini akan menjadi saksi perjuangan anak-anaknya menuju kehidupan yang lebih baik. Bagi Bu Saras, langit itu adalah simbol mimpi, doa, dan masa depan. Cerita ini mengikuti perjalanan panjang tiga anak laki-laki yang tumbuh dalam didikan keras namun penuh kasih seorang ibu yang memilih berlapar demi menghidupi mereka. Rega yang mengejar pendidikannya dnegan pengalaman, Gibran yang menemukan jati diri lewat seni, dan Damar, si bungsu yang diam-diam menyimpan impian besar yang bahkan tak berani ia ucapkan. Namun kehidupan tak selalu memberi waktu. Ketika mereka mulai mengecap sukses masing-masing, Bu Saras telah pergi-meninggalkan hanya kenangan dan langit biru di ujung dapur yang dulu menjadi saksi segalanya. Kini, mereka harus menemukan cara untuk membayar cinta yang tak pernah menagih, menyatukan kembali nilai-nilai yang diajarkan ibu mereka, dan menjadikan warisan paling sederhana itu-kasih sayang, ketekunan, dan ketulusan-sebagai pondasi kehidupan mereka. "Langit di Ujung Dapur" adalah kisah tentang cinta yang tidak bersuara, tentang pengorbanan yang tidak dipublikasikan, dan tentang bagaimana warisan paling berharga tidak pernah datang dalam bentuk harta-melainkan dalam bentuk arah dan makna hidup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines