GARBHAPATI
  • WpView
    MGA BUMASA 6,985
  • WpVote
    Mga Boto 1,971
  • WpPart
    Mga Parte 20
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Fri, Oct 3, 2025
Tinta emas menuliskan kemasyhuran Wilwatikta yang agung; puja-pujian bagi darah campuran pengkhianat dan pejuang yang bersatu, melahirkan raja-raja Jawa. Tak terhapus, namun namanya tercela sepanjang aksara pujangga yang menuliskannya: Jayanegara-yang kotor, tamak, rakus, dan cacat. Jayanegara, Yuwaraja yang hina, tiada sebaik-baiknya Maharaja Majapahit. Ia tumbal demi kemurnian tahta, kekuasaan fana yang ditebus leluhurnya dengan pertumpahan darah Mahisa Campaka dan perebutan singgasana yang berlumur durhaka. Dan kini, ramalan menggantung di ubun-ubunnya: wafatnya akan seiring dengan kecewanya Roro Sekarwuning, di bawah naungan Wintang Alit yang murka. Semesta mendengar tangisnya yang patah, mendengar amuknya yang terpendam dalam sunyi; dendam disemai, dan segala kutukan Kala menghantam jiwanya tanpa ampun. Seluruh jagat raya menolak kehadirannya, mengutuk setiap tapak yang ia tinggalkan di bumi. Namun Sanghyang Tunggal, dalam Krodha-Nya yang menggelegar, mengabulkan doa-doa Jayanegara yang terisak di antara dupa dan darah: terlahir kembali dalam perwujudan pria milenial abad ke-21, mengembara mencari cintanya yang hilang, memungut serpihan jiwa yang telah lama lenyap, di bawah bayang-bayang Kala Ratri yang tak pernah tidur. Indonesia, ranahasmoro. ©(2025-2026) [ Perlu diingat bahwa cerita ini merupakan karya fiksi dan fantasi. Beberapa elemen mungkin tidak sesuai dengan sejarah atau kenyataan. Hak cipta dilindungi. ]
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • LOKAKALA
  • DWIPANTARA; Melati ing Mataram
  • PITALOKA | Sekala Ruang Renjana
  • Prambanan Obsession (END)
  • Berantai (First Draft, Three Universe) - [Discontinued]
  • TRIASIH [SELESAI]
  • Bandung Bandawasa: Seribu Candi untuk Hati yang Membatu
  • Sandyakala [SLOW UPDATE]
  • Gandakusuma
LOKAKALA

Aneh tetapi nyata. Ada berbagai macam pertanyaan yang memenuhi benaknya. Siapa sangka, hal yang Lembayung anggap aneh bukanlah suatu kebetulan. Benang merah sudah terjalin diantara mereka dari beratus-ratus tahun yang lalu saat Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sunda Galuh masih berdiri kokoh di tanah Nusantara. Larangan pasca Perang Bubat, harus melibatkan perasaan seorang pria yang kelak saat naik tahta bergelar Prabu Niskala Wastu Kancana, seorang Prabu dari Kerajaan Sunda Galuh, satu-satunya keturunan Prabu Linggabuana yang masih tersisa. Jawaban dari apa yang selalu Lembayung pertanyakan, semua terjawab saat jiwanya kembali ke tahun 1370 seakan Sang Hyang Widhi memberikannya kesempatan di dalam raga putri Raden Sotor, keponakan tiri dari Sri Maharaja Hayam Wuruk.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman