KALASTA

KALASTA

  • WpView
    Reads 49
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 24, 2024
Pada tahun 1995, Asta berumur 15 tahun dan pada tahun itu, Kemarahan Asta pecah disertai tangisan yang mendidih. Sosok wanita yang dicintainya, tergeletak di lantai tidak sadarkan diri dengan darah yang berlumuran di seluruh tubuhnya. Asta berpikir bahwa yang membunuh Ibunya adalah Ayahnya, Aron. Namun, mulut Asta dibungkam di saat melihat Aron yang tidak sadarkan diri dengan pisau yang berada di perutnya. Ini tidaklah beres, pikiran Asta seakan ingin pecah di saat itu. Tidak ada tempatnya pulang, Asta duduk di makam kedua orang tuanya dengan perasaan rapuh dan dilanda kekosongan. di saat malam menjelang, seorang pria bertopi dan berjas hitam, datang dan duduk di sebelah Asta. Pria itu berkata, mungkin seseorang telah melakukan balas dendam pada keluarganya. Asta merasa sangat terpukul, pria tersebut menawarkan Asta untuk ikut dengannya. Tidak ada pilihan lain selain ikut. mendengar seluruh cerita yang pria itu ceritakan membuat Asta membawa ingin membalaskan dendamnya.
All Rights Reserved
#5
obatobatan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Warisan Gandari
  • the devil my husband
  • Transmigrasi Arion Barendra [Hiatus]
  • Rahasia Wanita Apoteker
  • setangkai mawar di musim dingin
  • The Same
  • After Autopsy
  • Diary Anara
  • transmigrasi gadis pemalas[END]

"Tidak semua warisan bisa diwariskan dengan damai. Ada yang harus ditanam. Dalam. Dan dikubur. Tapi apa jadinya jika tanah tempat menguburnya justru menganga kembali?" Setelah bertahun-tahun meninggalkan kampung halamannya di dusun terpencil Sekarputih, Gandari Ayu Prameswari kembali untuk menghadiri pemakaman ibunya, Bu Ranupatma, yang meninggal secara misterius - tergantung di pohon kamboja dengan tubuh dililit kain kafan sobek, seperti bekas ritual gagal. Di mata warga, Bu Ranupatma adalah perempuan aneh. Dituduh membawa kutukan dan menjadi penyebab paceklik berkepanjangan. Tapi bagi Gandari, ibunya adalah sosok penuh rahasia, selalu menyembunyikan hal-hal ganjil yang terjadi di rumah. Kini, setelah kembali, Gandari mulai menyadari bahwa ada yang tak beres di desanya: suara-suara yang memanggil dari sumur tua, bayangan yang menari di balik dinding rumah, dan mimpi-mimpi yang selalu diakhiri dengan suara tangisan dari dalam tanah. Hingga sebuah kebenaran terbuka - Gandari ternyata mewarisi kekuatan gaib yang telah mengalir di darah keluarganya selama ratusan tahun. Ia bukan hanya anak dari Bu Ranupatma, tapi penerus terakhir penjaga gerbang antara dunia manusia dan dunia arwah. Sayangnya, kekuatan itu tidak hanya membangkitkan harapan... tetapi juga membangunkan sesuatu yang sudah lama terkubur - Banyu Abang, entitas jahat yang dulu disegel oleh leluhurnya, kini bangkit perlahan, mengincar tubuh Gandari sebagai wadah baru. Dibantu oleh Mbah Darmi, penjaga tua yang dulu berselisih dengan Bu Ranupatma, dan Tari, sahabat masa kecil yang menyimpan rasa bersalah, Gandari harus menghadapi warisan yang tidak pernah ia minta. Satu demi satu, warga desa menghilang. Malam makin panjang. Gerbang di tengah hutan mulai terbuka. Dan rahasia keluarganya... ternyata bukan tentang penyelamatan. Tapi pengorbanan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines