Lilyanin Bahtera

Lilyanin Bahtera

  • WpView
    Reads 432
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 13, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Pemuda itu menatap lekat gadis yang berada didepannya sana. Bibirnya tersenyum tipis melihat betapa gadis itu tumbuh dengan begitu baik. Ingatannya melayang ke 12 tahun lalu, dimana gadis yang dilihatnya itu sangat berbeda dengan yang sekarang. • "Namaku Narendra," "Nalendla?" Lelaki kecil itu tertawa. "Narendra. Bukan Nalendla," "Ihh iyaa, maksud aku itu. Aku belum bisa ngomong l(r)." ujar gadis kecil itu sedikit kesal karena lidah cadelnya sendiri. Lelaki kecil itu mengangguk. "Kalau kamu? Namamu?" "Namaku Keila," jawabnya antusias. "Keila atauu Keira?" tanya lelaki kecil itu. "Iihh Keila yaa. Tidak pake l(r)." Lelaki kecil itu kembali tertawa. Kali ini terbahak melihat betapa lucunya teman baru nya itu. Teman baru yang ia cari-cari dua belas tahun kemudian.
All Rights Reserved
#274
narendra
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CINTA ITU INDAH YA?
  • Senandung Dua Jiwa
  • Cinta Di Balik Kost-an
  • Aksara Nifa [End]
  • ARTAN
  • ANGKASA (END)✅
  • Living with Brothers  [TAMAT]�✓
  • ARGA [REVISI]
  • MilkTea [TAMAT]

"Eh Nad," Ziro memanggilnya, suara cerianya penuh semangat. "Lo mau tau nggak persamaan lo sama bokap gue?" Nadira yang sedang sibuk mencatat hanya mengerutkan kening, sedikit terganggu. "Gak tahu, dan gak mau tahu," jawabnya cepat tanpa mengalihkan pandangan dari bukunya. "Naad!" Ziro merengek, mencoba menarik perhatian Nadira. "Iya, iya, gak tahu tuh, apaan tuh persamaannya?" Nadira mengerutkan dahi, tidak sabar dengan pertanyaan Ziro. "Gaada habisnya," jawab Ziro sambil tertawa, dan Nadira hanya bisa mendengus kesal. "Hahaha, bisa aja lo," Nadira tertawa sedikit, meski suaranya terdengar sedikit dipaksakan. Sejak kedatangan Ziro, cowok baru di sekolah, Nadira merasa hidupnya semakin kacau. Mereka berdua memiliki persamaan yang tidak pernah terduga. Mulai dari perseteruan kecil yang penuh ejekan hingga perasaan yang mulai tumbuh di antara mereka. Akankah mereka berakhir seperti yang Nadira harapkan, atau ada sesuatu yang lebih besar yang menanti?

More details
WpActionLinkContent Guidelines