Lily's Second Life [On Going]

Lily's Second Life [On Going]

  • WpView
    Reads 47,240
  • WpVote
    Votes 3,462
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 10, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
⚠️ WARNING!! • GXG AREA, HOMOPHOBIC HARAP MENJAUH 𝐋𝐢𝐥𝐲 𝐒𝐞𝐫𝐚𝐩𝐡𝐢𝐧𝐞, seorang anak yatim piatu yang hidup sebatang kara di kontrakan lusuh. Cantik, ceria, pintar, pekerja keras, tapi takdir berkata lain. Hidupnya berubah drastis ketika dia tiba-tiba bertransmigrasi ke dalam tubuh seorang figuran yang akan berakhir tragis dengan mengakhiri hidupnya sendiri. Figuran itu adalah 𝐋𝐲𝐬𝐚𝐧𝐝𝐫𝐚 𝐈𝐥𝐞𝐧𝐞; seorang gadis cupu, pendiam, kutu buku, dengan luka batin yang dalam. Kehidupan keduanya berbanding terbalik... namun kini, takdir mereka saling bertaut. Apa yang akan terjadi ketika Lily, yang penuh kecerian, harus menjalani hidup sebagai Lysandra yang rapuh? Langsung baca ajaaa (⁠≧⁠▽⁠≦⁠) Started: 20-08-2025 Published: 22-08-2025 Finished: -
All Rights Reserved
#8
girlslove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Salah Status [END]
  • Kembang Desa
  • Nakula

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines