gendis

gendis

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 5, 2025
Di Medan, kota yang sibuk dengan ambisi dan rahasia, Gendis tiba dengan satu tujuan: menemukan orang tuanya, Rama dan Sinta, yang hilang bertahun-tahun lalu. Dengan hanya foto lama sebagai petunjuk, ia menyusup ke PT Gaslitium, perusahaan gas terbesar di kota itu, tempat orang tuanya terakhir kali diketahui bekerja sebelum hilang. Namun, pencariannya tidaklah mudah. Bersama Bagas, seorang aktivis yang kerap menghadapi tekanan dari pihak berwenang, dan Marhen, polisi muda yang tengah menyelidiki kasus-kasus misterius di sekitar PT Gaslitium, Gendis harus menghadapi ancaman yang semakin nyata. Apa yang dimulai sebagai pencarian sederhana berubah menjadi perjalanan penuh bahaya, intrik, dan pengkhianatan. Di balik setiap jawaban, ada rahasia yang lebih besar menunggu. Apakah Gendis siap menghadapi kebenaran tentang orang tuanya?
All Rights Reserved
#21
gas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Horibble Woman (END)
  • RIAREZ : dendam dalam cinta (END)
  • Deadly rose
  • ARGLADIS
  • Sarhad (Bisai #2)  | ✓
  • MUFASMA [TERBIT ✓]
  • Buku Resep Cinta (Completed)

YANG MASIH DI BAWAH 19+ SKIP CEIRTANYA, DISINI ADA BEBERAPA ADEGAN YANG MENGANDUNG 🔞 Bagaimana jadinya jika musuh berubah menjadi seseorang yang kita cintai? "A collection of weak earthworms!" ucapnya sinis seraya mengacungkan jempol kebalik. Sang ketua dan juga anggota DAREDEVIL lainnya tercengang mendengar ejekan itu. Terutama ketua dari mereka, Alexander Galaxi. Tangannya mengepal hingga kuku-kukunya memutih menahan amarah. "Tuh orang siapa sih, gak ada peting beliung dateng-dateng jadi pengacau." ucap Bima Bastian anggota dari geng Alexander. "Nyari mati mungkin!" tukas cowok yang bernama Bagas Raymond. Senyum mengejek terpancar di balik masker itu. Aura kekejaman dan dendam telah membutakannya. Dendam yang sudah lama ia pendam, dan sudah saatnya dia membalaskan semua pada orang-orang sampah itu. "Musuh baru." ucap Alexander dingin. [CERITA INI MENGANDUNG KATA-KATA KASAR, PENUH KEKERASAN, PELECEHAN. HARAP BIJAK UNTUK MEMBACA.]

More details
WpActionLinkContent Guidelines