Selfcest (Original)

Selfcest (Original)

  • WpView
    Reads 69
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 11, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Di usia 19 tahun, Arka merasa hidupnya berada di puncak kegagalan dan kehancuran. Hari-hari yang telah ia lalui selama hidupnya; terjebak dalam perundungan, kemiskinan, dililit hutang, dan bahkan rela menjual diri kepada tante-tante kaya-demi menyelematkan ibunya yang kanker serta sebagai nafkah hidup, berakhir sia-sia. Ibunya... tiada. Dunianya pecah berkeping-keping. Setelah kepergian sang ibu, dia terjerumus ke dalam kecanduan narkoba dan alkohol. Di ambang bunuh diri, Arka terhempas kembali ke masa lalu, bertemu dengan dirinya yang berusia 14 tahun-ketika hidupnya belum benar-benar hancur, ketika belum bisa dikatakan gagal, ketika segalanya masih bisa diperbaiki. Misi penyelamatan diri pun dimulai, dengan keinginan untuk memperbaiki hidupnya yang lebih muda. Namun, seiring waktu, perasaan aneh mulai muncul. Kecemburuan dan iri hati menyelimuti hati Arka dewasa saat melihat kehidupan dirinya yang lebih muda tampak lebih cerah berkat bantuannya. Obsesi menggerogoti pikirannya, membuatnya terjebak dalam dilema antara perlindungan dan penghancuran. . . . "Terima kasih Adrew, kau banyak membantuku..." "Ya." . . . "Cinta romantis? Apa itu cinta romantis? Arka muda, kau ada dalam genggamanku..."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝐀𝐁𝐑𝐄𝐀𝐊𝐒𝐈
  • "Sebenarnya Apa Yang Kau Harapkan Dari Takdir?"  [END]
  • Roller Coaster (Taynew)
  • Under The Midnight Sky
  • FIX YOU [✓]
  • Drowning
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Caliorate: The Wilted Gardenia
  • Sebelum Pelukannya Membuatku Tertidur
  • Paradise

[A 𝐓𝐞𝐞𝐧𝐟𝐢𝐜𝐭𝐢𝐨𝐧 (𝐘𝐨𝐮𝐧𝐠 𝐀𝐝𝐮𝐥𝐭) 𝐏𝐬𝐲𝐜𝐡𝐨𝐥𝐨𝐠𝐲𝐜𝐚𝐥 Story] [𝐌𝐚𝐬𝐮𝐤 𝐝𝐚𝐟𝐭𝐚𝐫 𝐛𝐚𝐜𝐚𝐚𝐧 "𝐊𝐞𝐤𝐮𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐖𝐚𝐧𝐢𝐭𝐚" 𝐨𝐥𝐞𝐡 @𝐀𝐦𝐛𝐚𝐬𝐬𝐚𝐝𝐨𝐫𝐈𝐃] Nila tahu, di usianya yang sudah menginjak tujuh belas tahun ini, ia perlu memperbaiki diri. Belajar lebih berani, menyingkirkan gugup serta cemas ketika berbicara dengan orang yang tak akrab, belajar berbaur bersama teman-teman sekelas yang lain, belajar lebih tenang ketika ia sudah terjebak di antara kerumun dan suara berisik, juga semestinya sedikit lebih berani menatap mata tajam sang ibu yang sering kali memaksa Nila untuk bungkam, menurut, dan memenuhi semua harapan wanita itu. Sayangnya, itu tak pernah semudah ketika Nila membayangkan perubahan yang harus ia lakukan setelah membaca dari buku panduan psikologi. Gadis itu tetap sulit untuk mengembangkan diri. Sulit menerima titik usahanya yang kian hari memerosot jatuh. Titik jenuh yang membuat ibunya lebih sering menaruh kecewa alih-alih bangga. Nila takut melihat air mata Hana. Takut melukai, takut membuat hati wanita yang melahirkannya dipenuhi sesak kecewa. Nila ... tak bisa membiarkan semua itu terjadi. Sebagai tumpuan harapan, ia berharap setidaknya bisa mengembalikan senyum orang tua tunggalnya melalui prestasi gemilang di sekolah. Lantas, apakah semuanya akan tetap sekaku di titik awal? Apakah semua akan berjalan sesuai? Apakah Nila bisa menerima kekurangan dan menghadapi ketakutannya sendiri? Nila tidak tahu, dan dirinya sulit mendorong diri untuk mengabaikan banyak kekacauan tak perlu. COPYRIGHT RESERVED ©2022 | 𝐀𝐔𝐑𝐄𝐄𝐍𝐀𝐃𝐀 °°°°°°° ⚠PERINGATAN⚠ CERITA MENGANDUNG ISU SENSITIF BERUPA GANGGUAN PSIKOLOGI [ANXIETY: Ringan hingga berat] °°°°°°° START: 17 ⓜⓔⓘ 2022 REVISI: 03 ⓞⓚⓣⓞⓑⓔⓡ 2022 =

More details
WpActionLinkContent Guidelines