Selfcest (Original)

Selfcest (Original)

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 11, 2025
Di usia 19 tahun, Arka merasa hidupnya berada di puncak kegagalan dan kehancuran. Hari-hari yang telah ia lalui selama hidupnya; terjebak dalam perundungan, kemiskinan, dililit hutang, dan bahkan rela menjual diri kepada tante-tante kaya-demi menyelematkan ibunya yang kanker serta sebagai nafkah hidup, berakhir sia-sia. Ibunya... tiada. Dunianya pecah berkeping-keping. Setelah kepergian sang ibu, dia terjerumus ke dalam kecanduan narkoba dan alkohol. Di ambang bunuh diri, Arka terhempas kembali ke masa lalu, bertemu dengan dirinya yang berusia 14 tahun-ketika hidupnya belum benar-benar hancur, ketika belum bisa dikatakan gagal, ketika segalanya masih bisa diperbaiki. Misi penyelamatan diri pun dimulai, dengan keinginan untuk memperbaiki hidupnya yang lebih muda. Namun, seiring waktu, perasaan aneh mulai muncul. Kecemburuan dan iri hati menyelimuti hati Arka dewasa saat melihat kehidupan dirinya yang lebih muda tampak lebih cerah berkat bantuannya. Obsesi menggerogoti pikirannya, membuatnya terjebak dalam dilema antara perlindungan dan penghancuran. . . . "Terima kasih Adrew, kau banyak membantuku..." "Ya." . . . "Cinta romantis? Apa itu cinta romantis? Arka muda, kau ada dalam genggamanku..."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
    [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
    [FOLLOW ME BEFORE READING.] Apa yang akan dilakukan saat waktu hampir habis? Waktu yang selama ini tidak pernah berhenti, tiba-tiba mengajak untuk menghabisi dunia. Kau pikir, semuanya akan baik-baik saja. Sampai saat yang paling lama kau baru boleh pergi. Tapi tiba-tiba, kau teringat tentang waktu yang selama ini telah kau habiskan. Lalu menyesalinya. Seolah-olah kau ingin memiliki lebih banyak waktu lagi. Menurutmu, apa semuanya masih bisa baik-baik saja? Gilang memikirkan hal yang sama setelah ia mendapat tugas untuk menjaga saudara angkatnya. Bukannya apa-apa, Gilang hanya tidak mau menghabiskan waktunya yang tidak seberapa untuk tugas menjaganya itu. Ia juga tidak mau menyerahkan waktunya bersama orang lain. Bahkan sedetik pun. Tapi siapa yang tahu, Gilang malah jatuh cinta pada saudara angkatnya. Mati-matian ia berusaha agar Adin tidak balas mencintainya. Dan sekarang, semua terserah pada Gilang. Karena waktunya tidak bisa menunggu. Setidaknya, sampai mati. [PLEASE, DON'T COPY MY STORY.]
    WpPart
    Complete
    Lumen Spei. [Ongoing]
    Lumen Spei. [Ongoing]
    ❗️[WAJIB FOLLOW SEBELUM MEMBACA]❗️ "Jangan bohong, Ibu. Aku tau Ibu berharap agar aku bisa meraih semua kejuaraan sekolah sebagai tanda terima kasih karena sudah mengasuh aku selama ini." Ujar Arunika kepada Ibu angkatnya yang kini menatapnya dengan tatapan yang tak dapat diartikan. "Aru ..." "Aku tau Ibu ga setulus itu untuk merawat aku, Ibu mengharapkan agar aku meraih semua kejuaraan itu supaya Ibu bangga dengan aku dan itulah yang Ibu anggap sebagai tanda terima kasihku." Terangnya. Menjadi anak angkat dari seorang Ilmuwan yang sudah dikenal oleh penjuru dunia memanglah menyenangkan karena otomatis akan dikenal oleh penjuru dunia juga. Namun, pernahkah kalian berpikir apa sisi gelap dari seseorang yang bagus reputasinya seperti Ilmuwan Hanasta? Arunika Hasta Takarala dengan nasib malangnya malah merasakan hal itu. Hal yang terlihat menyenangkan bagi orang-orang yang tak tahu akan sisi gelap Ibu angkatnya. Ya, Ilmuwan Hanasta hanya mengasuh dirinya agar tidak lagi mendengar celetukan-celetukan yang memanaskan telinganya. Ilmuwan Hanasta sudah menyembunyikan hal itu, namun lambat laun ... Arunika semakin tahu apa yang Ibunya sembunyikan. Arunika yang sudah lelah mengurus diri demi Ibunya malah ditimpa dengan segala masalah yang terjadi di sekolah. Entah itu masalah di masa lalu, masalah yang tak teringat lagi, masalah laki-laki, masalah nilai ... semua itu menimpa Arunika secara bersamaan, membuat dirinya mau tak mau harus menyelesaikan semua itu secara sekaligus. ⚠️MENGANDUNG KEKERASAN⚠️ ⚠️WAJIB 13+ UNTUK MEMBACA⚠️
    WpPart
    Complete
  • Sebelum Pelukannya Membuatku Tertidur
    Sebelum Pelukannya Membuatku Tertidur
    ⚠️ Peringatan: Cerita ini mengandung banyak adegan dewasa dan seksual eksplisit yang tidak cocok untuk pembaca di bawah usia 17 tahun. Harap bijak dalam membaca. (khususnya area part tengah hingga akhir!) Sebuah kisah tentang luka, tubuh yang direnggut dari pemiliknya, dan cinta yang datang bukan untuk menyelamatkan... tapi untuk bertahan. Zoe pernah percaya bahwa cinta bisa menyelamatkan. Tapi setelah menjalani pernikahan yang dingin tanpa sentuhan, dan kemudian jatuh ke dalam pelukan yang menjelma jerat kekerasan, satu-satunya yang tersisa hanyalah tubuhnya yang remuk dan jiwa yang nyaris padam. Ketika hidupnya di ambang kehancuran, dua laki-laki dari masa lalu dan kemungkinan masa depannya datang mengetuk: Irwan, lelaki yang pernah mencintainya dalam diam, Dandy, sahabat lama yang menjadi jangkar dalam badai. Tapi cinta, kadang tidak cukup ketika luka terlalu dalam. Di saat Zoe mencoba bangkit, Fandi-lelaki yang menyiksanya, menyatakan cinta lewat kekejian, kembali menghantui. "Sebelum Pelukannya Membuatku Tertidur" bukan sekadar kisah tentang trauma dan kekerasan seksual, tapi tentang bagaimana seorang perempuan perlahan merebut kembali hidupnya. Bukan dari tempat yang utuh, tapi dari reruntuhan- dari retak-retak yang ia jahit sendiri, sambil menangis, sambil bertahan. Karena terkadang... untuk sembuh, seseorang tidak butuh ditarik keluar dari gelap. Ia hanya butuh seseorang yang mau duduk bersamanya di sana, hingga ia cukup kuat untuk berdiri sendiri.
    WpPart
    Complete
    Truth After Love (Tamat, segera terbit)
    Truth After Love (Tamat, segera terbit)
    perang "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.
    WpPart
    Complete
  • "Sebenarnya Apa Yang Kau Harapkan Dari Takdir?"  [END]
    "Sebenarnya Apa Yang Kau Harapkan Dari Takdir?" [END]
    [Belum direvisi, EYD berantakan] Pernahkah kalian mendengar kalimat ini, "Setiap kebahagiaan yang kamu berikan kepada orang lain, akan kembali kepadamu bahkan lebih indah" Arka, seorang bocah yang belum genap berusia 15 tahun termenung mendengar kalimat itu diucapkan untuknya. Yahh.. Arka cukup memepercayainya. Tak ada manusia yang hidup tanpa sebuah cobaan, baik si kaya maupun si miskin memiliki cerita, luka dan tawanya masing masing. Tentu saja tak jarang, manusia diturunkan oleh semesta sebagai perantara penguji untuk sesama manusia lainnya. Karena itu, Terkadang rasa sakit yang paling nyata berasal dari orang terdekat, maka level tertinggi dari emasnya hati seseorang adalah memaafkan dan mengikhlaskan. Bagai berada didalam Andala, rasanya sungguh menyesakkan. Akan sangat sulit berdamai, namun Arka akan selalu mencoba memaafkan. Bukankah dunia hanya bersifat fana? Tentu saja, kalimat diatas bukan lah kata kataku. Kutipan itu berasal dari sebuah novel yang Arka baca, dan dari sana lah Arka mendapatkan kekuatan. Membuat orang lain terus merasa bahagia, tentu saja hal itu diluar kemampuannya. Tapi sungguh ketika orang lain tersenyum karena dirinya, adalah sesuatu yang berharga. Karena itu Arka sangat gemar menularkan tawanya untuk semesta, namun ia justru sering kali lupa bagaimana cara tersenyum ketika sendirian. Maka berterima kasihlah ia kepada setiap novel yang dibacanya, buku buku yang penuh rangkai kata indah itu selalu berhasil membawanya kekehidupan penuh warna. Karakter fiksi yang tercipta dari rasa sakit ataupun keinginan terpendam para penulis itu mampu menariknya dari kegelapan. Jadi jika kalian memutuskan untuk mengikuti keteguhan hati seorang bocah kecil kesayangan kedua abangnya ini, Maka ku ucapkan selamat datang pada kehidupan bahagia Arka Arelio! -Y21 September 2022 (Selesai dipublish pada : Minggu, 9 April 2023 Pukul 16.24 wib)
    WpPart
    Complete
    Revenant: Kuntilanak Penyelamat
    Revenant: Kuntilanak Penyelamat
    Kehidupanku begitu indah dan penuh dengan warna. Tidak semua orang memiliki keistimewaan untuk menghidupi kehidupanku. Aku cinta penuh terhadap Ibu dan ayahku yang membesarkan Aku. Dan Aku cinta semua teman sekolahku meskipun perseteruan dan masalah ada di antara kita. Tetapi semuanya sirna dalam satu jentikan jari. Hanya butuh satu insiden saja untuk mengakhiri hidupku di dunia ini. Aku melihat tubuhku sendiri penuh dengan darah, dan tulang yang patah dan rapuh. Satu momen yang berlangsung selama 5 menit saja bisa menghancurkan kehidupan yang dibangun bertahun-tahun. Namaku Angeline dan umurku masih 14 tahun. Sebagai arwah gentayangan. Aku berkelana ke tempat-tempat familiar dan menemui mereka yang terdekat dengan aku. Dari sekian banyaknya teman-temanku yang terdekat, seorang anak di kelasku yang dianggap aneh adalah satu-satunya yang hidup yang bisa mendengar perkataanku berkat dari talenta kususnya. Dan dari terjalinnya komunikasi antara Aku dan Alina, kita menciptakan sebuah persahabatan yang baru di tengah-tengah duka dan tragedy. Sebagai roh orang mati, Aku berprasangka akan menghabisi akhiratku di dalam penyesalan, amarah, dan binasa. Seperti apa yang banyak orang pikir sebagai hantu gentayangan yang haus akan balas dendam, meminum darah anak-anak, dan membawa ketakutan, kutuk, dan mala petaka kepada yang masih hidup. Tetapi Aku tidak pernah berpikir mengenai balas dendam ataupun kebencian kepada siapapun. Aku tidak tega untuk menyakiti orang lain semenjak Aku masih kecil dan begitu juga setelah Aku mati. Aku selalu membantu orang yang lemah, dan menemani mereka yang kesepian. Demikian hal yang sama juga yang ingin kuliakukan sepanjang kematianku sebagai roh yang tersesat. Banyak sekali yang kudapatkan di sepanjang pengalamanku sebagai roh mati. Terutama dengan bangkitnya kuasa gelap yang melandai ibukota, menyelamatkan perempuan yang hampir mati, dan melawan para penjahat. Apakah kematian ini adalah akhir dari riwayatku. Atau awal kehidupan yang baru?
    WpPart
    Complete
  • Hopeless
    Hopeless
    [COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.
    WpPart
    Complete
    𝐀𝐁𝐑𝐄𝐀𝐊𝐒𝐈
    𝐀𝐁𝐑𝐄𝐀𝐊𝐒𝐈
    [A 𝐓𝐞𝐞𝐧𝐟𝐢𝐜𝐭𝐢𝐨𝐧 (𝐘𝐨𝐮𝐧𝐠 𝐀𝐝𝐮𝐥𝐭) 𝐏𝐬𝐲𝐜𝐡𝐨𝐥𝐨𝐠𝐲𝐜𝐚𝐥 Story] [𝐌𝐚𝐬𝐮𝐤 𝐝𝐚𝐟𝐭𝐚𝐫 𝐛𝐚𝐜𝐚𝐚𝐧 "𝐊𝐞𝐤𝐮𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐖𝐚𝐧𝐢𝐭𝐚" 𝐨𝐥𝐞𝐡 @𝐀𝐦𝐛𝐚𝐬𝐬𝐚𝐝𝐨𝐫𝐈𝐃] Nila tahu, di usianya yang sudah menginjak tujuh belas tahun ini, ia perlu memperbaiki diri. Belajar lebih berani, menyingkirkan gugup serta cemas ketika berbicara dengan orang yang tak akrab, belajar berbaur bersama teman-teman sekelas yang lain, belajar lebih tenang ketika ia sudah terjebak di antara kerumun dan suara berisik, juga semestinya sedikit lebih berani menatap mata tajam sang ibu yang sering kali memaksa Nila untuk bungkam, menurut, dan memenuhi semua harapan wanita itu. Sayangnya, itu tak pernah semudah ketika Nila membayangkan perubahan yang harus ia lakukan setelah membaca dari buku panduan psikologi. Gadis itu tetap sulit untuk mengembangkan diri. Sulit menerima titik usahanya yang kian hari memerosot jatuh. Titik jenuh yang membuat ibunya lebih sering menaruh kecewa alih-alih bangga. Nila takut melihat air mata Hana. Takut melukai, takut membuat hati wanita yang melahirkannya dipenuhi sesak kecewa. Nila ... tak bisa membiarkan semua itu terjadi. Sebagai tumpuan harapan, ia berharap setidaknya bisa mengembalikan senyum orang tua tunggalnya melalui prestasi gemilang di sekolah. Lantas, apakah semuanya akan tetap sekaku di titik awal? Apakah semua akan berjalan sesuai? Apakah Nila bisa menerima kekurangan dan menghadapi ketakutannya sendiri? Nila tidak tahu, dan dirinya sulit mendorong diri untuk mengabaikan banyak kekacauan tak perlu. COPYRIGHT RESERVED ©2022 | 𝐀𝐔𝐑𝐄𝐄𝐍𝐀𝐃𝐀 °°°°°°° ⚠PERINGATAN⚠ CERITA MENGANDUNG ISU SENSITIF BERUPA GANGGUAN PSIKOLOGI [ANXIETY: Ringan hingga berat] °°°°°°° START: 17 ⓜⓔⓘ 2022 REVISI: 03 ⓞⓚⓣⓞⓑⓔⓡ 2022 =
    WpPart
    Complete
  • Araleya: Titik Temu Semesta
    Araleya: Titik Temu Semesta
    Lari dari rumah bukanlah pelarian, melainkan pencarian. Bagi Ara Pramesti Sasmita, menjadi bungsu dari keluarga terpandang tak membuat hidupnya mudah. Dicap keras kepala, dibayang-bayangi kembaran yang sempurna, dan ditinggalkan pilihan: tunduk atau menghilang. Maka ia memilih pergi menjadi cleaning service di kota asing, jauh dari sorotan keluarganya. Tapi hidup tak pernah diam. Pertemuan tak sengaja dengan Raka Aarjuna Wwiratama, pria dingin yang menyimpan luka lama, membawa Ara kembali ke pusaran masa lalu. Dan di saat semesta mulai mempertemukan mereka dalam proyek lintas fakultas, rahasia-rahasia lama perlahan terkuak tentang cinta yang gagal, keluarga yang retak, dan masa lalu yang belum benar-benar pergi. Dari meja sketsa arsitektur hingga rooftop penuh kucing liar, dari nasi goreng tengah malam hingga pameran seni yang menyimpan potret hantu masa lalu, Ara belajar tentang keberanian untuk memaafkan, dan kekuatan untuk tetap menjadi dirinya sendiri. Tapi, saat masa lalu kembali dalam wujud nyata, akankah Ara tetap bertahan di jalan yang ia pilih? Ataukah semesta akan memaksanya kembali ke rumah yang pernah ia tinggalkan? ⚠️HATI HATI KONTEN 21+ JADILAH PEMBACA YANG BIJAK
    WpPart
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Lumen Spei. [Ongoing]
  • Sebelum Pelukannya Membuatku Tertidur
  • Truth After Love (Tamat, segera terbit)
  • "Sebenarnya Apa Yang Kau Harapkan Dari Takdir?"  [END]
  • Revenant: Kuntilanak Penyelamat
  • Hopeless
  • 𝐀𝐁𝐑𝐄𝐀𝐊𝐒𝐈
  • Araleya: Titik Temu Semesta

[END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?

[FOLLOW ME BEFORE READING.] Apa yang akan dilakukan saat waktu hampir habis? Waktu yang selama ini tidak pernah berhenti, tiba-tiba mengajak untuk menghabisi dunia. Kau pikir, semuanya akan baik-baik saja. Sampai saat yang paling lama kau baru boleh pergi. Tapi tiba-tiba, kau teringat tentang waktu yang selama ini telah kau habiskan. Lalu menyesalinya. Seolah-olah kau ingin memiliki lebih banyak waktu lagi. Menurutmu, apa semuanya masih bisa baik-baik saja? Gilang memikirkan hal yang sama setelah ia mendapat tugas untuk menjaga saudara angkatnya. Bukannya apa-apa, Gilang hanya tidak mau menghabiskan waktunya yang tidak seberapa untuk tugas menjaganya itu. Ia juga tidak mau menyerahkan waktunya bersama orang lain. Bahkan sedetik pun. Tapi siapa yang tahu, Gilang malah jatuh cinta pada saudara angkatnya. Mati-matian ia berusaha agar Adin tidak balas mencintainya. Dan sekarang, semua terserah pada Gilang. Karena waktunya tidak bisa menunggu. Setidaknya, sampai mati. [PLEASE, DON'T COPY MY STORY.]

More details
WpActionLinkContent Guidelines