Sabda Aeterna

Sabda Aeterna

  • WpView
    Reads 1,763
  • WpVote
    Votes 163
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadComplete Sat, Jan 4, 2025
[A romance story by Lacharia] Bagi Kalinka, menjadi perempuan istimewa juga harus memiliki keseimbangan. Akan ada banyak hal yang menyenangkan dan mengecewakan, karena katanya ia adalah pemeran utamanya. Ayahnya terbunuh malam itu. Baginya, ayahnya adalah sutradara yang mengarahkan dunia untuk mengistimewakannya. Namun kini, sutradara itu telah tiada. Film dengan genre hidup bahagia terhenti dengan ending yang sangat mengenaskan. Dan pula, perannya sebagai aktor utama sudah berakhir. Segala kenyataan harus ia terima dengan begitu cepat- bergemuruh masuk ke dalam dirinya. Hingga jauh dirinya berkelana mencari warisan istimewa ayahnya ke negeri bendera tiga warna dan bertemu dengan sang perancang warisan. [Mature content, please be aware]
All Rights Reserved
#270
maturecontent
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • Clara, Rahasia Seorang Asisten
  • Kebenaran Cinta (Terbit EBook)
  • Leave Me, Leo!
  • Janji Seribu Bulan ✓
  • KALANA
  • Years of Us, Yet Never Ours.
  • 𝐊𝐮𝐫𝐮 𝐊𝐮𝐥𝐯𝐚𝐝𝐡𝐮

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines