Cinta Tanpa Kata

Cinta Tanpa Kata

  • WpView
    Reads 129
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 27, 2024
WpInfo
Fanfic
1Direction
Cinta seringkali datang tanpa diduga, bahkan dalam bentuk yang paling rumit sekalipun. Inilah yang dialami oleh Lala Pramudita, seorang gadis muda yang lahir dari keluarga kaya dan terpandang, dan Kaiden Arkananta, seorang pemuda yang terluka oleh masa lalu. Lala adalah segalanya yang diinginkan oleh orang tua kaya raya-terpelajar, anggun, dan memiliki masa depan cerah yang sudah direncanakan untuknya. Tapi, ada satu hal yang tak dapat dikendalikan oleh keluarganya-Kaiden, seorang pemuda pendiam yang berjuang dengan keterbatasan besar dalam hidupnya. Kaiden menderita afonia, suatu kondisi di mana dia kehilangan kemampuannya untuk berbicara akibat kecelakaan tragis yang merenggut suaranya. Meski begitu, di balik diamnya Kaiden, ada hati yang tulus, penuh cinta untuk Lala. Namun, di dunia yang penuh dengan harapan dan harapan keluarga Lala, hubungan mereka adalah mimpi buruk yang tak diinginkan. Orang tua Lala, Pramana Kusuma dan Dita Lestari, yang memiliki dunia penuh kemewahan, status, dan ekspektasi, tidak dapat menerima kenyataan bahwa anak mereka jatuh cinta pada seseorang yang dianggap "tidak cukup baik" hanya karena keterbatasan fisiknya. Mereka ingin Lala berkencan dengan seseorang yang sempurna di mata mereka-seseorang yang berbicara dengan lancar, berbakat, dan tentu saja, sekelas mereka. Tetapi Lala, meski terlahir dalam dunia yang sempurna, tidak bisa membohongi hatinya. Kaiden adalah belahan jiwanya, meski bisu. Dan dalam diamnya, Kaiden berbicara lebih banyak daripada orang lain yang penuh kata-kata. Cinta mereka adalah tentang pemahaman yang mendalam, tentang bagaimana dua jiwa bisa berbicara tanpa suara, dan bagaimana cinta bisa berkembang meskipun dunia melawan. Akankah mereka mampu bertahan melawan tekanan dan penolakan dari keluarga Lala? Bisakah mereka menemukan kebahagiaan meskipun dunia ingin memisahkan mereka hanya karena satu perbedaan besar-suara yang hilang?
All Rights Reserved
#7
cintatanpakata
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dunia Alana
  • A Symphony of life
  • Cinta dalam Diam(End)
  • DUA DUNIA
  • NESTAPA [On Going]
  • Yang Tersisa Dari Cinta [ END ]
  • Takdir di Antara Kita (Tamat)
  • 360 and Still Me

Alana tidak pernah tahu bahwa kehilangan orang tua bisa membunuh perlahan-bukan tubuh, tapi semangat dan arah hidup. Sejak kepergian orang yang paling ia cintai, hidup Alana terasa seperti ruang kosong yang bergema. Setiap langkahnya dihantui kenangan, setiap harinya seperti mencoba bernapas dalam air. Ia menjauh dari dunia, dari teman-temannya, bahkan dari dirinya sendiri. Alana tumbuh dengan keyakinan bahwa kehilangan adalah satu-satunya hal yang pasti dalam hidup. Sejak kecil, ia belajar bertahan, bukan mencintai. Trauma masa lalu membuatnya sulit mempercayai siapa pun, memilih kesendirian sebagai perlindungan dari luka baru. Ia menemukan ketenangan dalam arsitektur-dunia yang bisa ia kendalikan, di mana setiap garis memiliki tujuan, setiap bentuk memiliki makna. Namun, segalanya berubah ketika ia bertemu Zean Alebaran, klien yang berbeda dari yang lain. Zean bukan hanya seseorang yang memiliki visi kuat tentang desain, tetapi juga seseorang yang bisa membaca dirinya lebih dalam dari yang ia inginkan. Setiap kata yang diucapkan Zean seperti cermin yang memaksa Alana menghadapi ketakutannya sendiri. Saat proyek mereka berjalan, hubungan mereka berkembang dari diskusi profesional menjadi percakapan filosofis yang mengguncang prinsip hidup Alana. Namun, ketika bayang-bayang masa lalu kembali menghantui dan ketakutannya semakin nyata, Alana harus memutuskan: tetap bersembunyi dalam dunia yang ia pahami atau mengambil risiko untuk sesuatu yang bisa membuatnya merasa lebih hidup. "Dunia Alana" adalah perjalanan menyentuh tentang kehilangan, penerimaan, dan keberanian untuk kembali mencintai-diri sendiri dan dunia, ia datang sebagai dilema eksistensial yang menuntut keberanian untuk melangkah ke dalam ketidakpastian. Ditulis dengan gaya naratif yang puitis dan reflektif, novel ini mengajak pembaca menyelami pertanyaan-pertanyaan eksistensial: Apa arti bahagia? Apa sebenarnya kehilangan? Mengapa manusia harus menderita? Apa itu kebebasan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines