427 hari, 14 bulan, lebih dari satu tahun penuh perjuangan, Biru Putera Araka tidak pernah menyerah untuk memperjuangkan cintanya. Perjalanan yang ia tempuh bukanlah jalan yang mudah. Ada banyak rintangan, luka, dan air mata, namun Biru selalu percaya bahwa cintanya layak untuk diperjuangkan.
"Kenapa sih harus sesulit ini?" gumamnya sambil memainkan gelang pemberian Syifa.
Iqbal, sahabatnya, duduk di sampingnya sambil menyeruput es kopi. "Kalau gampang, mungkin nggak akan seberarti ini, Biru. lu tahu kan, sesuatu yang berharga itu nggak pernah mudah didapat?"
Biru tersenyum kecil, meskipun hatinya masih penuh keraguan. "Tapi, kadang gua mikir, apakah gua cukup buat dia? Apakah gua benar-benar orang yang dia butuhkan?"
"apa gua belok sekarang?"
All Rights Reserved