427 Days

427 Days

  • WpView
    Reads 65
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 28, 2024
427 hari, 14 bulan, lebih dari satu tahun penuh perjuangan, Biru Putera Araka tidak pernah menyerah untuk memperjuangkan cintanya. Perjalanan yang ia tempuh bukanlah jalan yang mudah. Ada banyak rintangan, luka, dan air mata, namun Biru selalu percaya bahwa cintanya layak untuk diperjuangkan. "Kenapa sih harus sesulit ini?" gumamnya sambil memainkan gelang pemberian Syifa. Iqbal, sahabatnya, duduk di sampingnya sambil menyeruput es kopi. "Kalau gampang, mungkin nggak akan seberarti ini, Biru. lu tahu kan, sesuatu yang berharga itu nggak pernah mudah didapat?" Biru tersenyum kecil, meskipun hatinya masih penuh keraguan. "Tapi, kadang gua mikir, apakah gua cukup buat dia? Apakah gua benar-benar orang yang dia butuhkan?" "apa gua belok sekarang?"
All Rights Reserved
#108
hts
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Biru [END]
  • Arabella
  • Cinta Tersembunyi-Tamat
  • ANGKASA (END)✅
  • BIRU UNTUK AKSARA [New Version]
  • INDIRAKSA
  • Taken Slowly
  • and The Story Goes #Wattys2019 ✓
  • BRINCA

Sinopsis : Biru mencoba melambai-lambaikan tangannya tepat di hadapannya tapi hasilnya tetap sama. Tatapan yang sama. Raga yang diam. Pikiran yang kelayapan. Jiwa yang dipenuhi kerinduan. Laila tersadar dari lamunannya, saat wajah Biru tepat berada di hadapannya. "Apakah kau menyukai langit biru?" "Sampai-sampai apapun yang ada di sekitarmu kau begitu tidak peduli" "Menurutmu, apa yang indah dari langit biru?" ucap Biru pada Laila yang kini tengah menatapnya. Laila tidak mengucap sepatah kata pun. Ia berusaha untuk berdiri dari duduknya. Dan ia sama sekali tidak berpikir untuk menjawab pertanyaan beruntun yang terucap dari mulut Biru. Tak lama dari itu, pandangannya berubah menjadi kabur. Langit biru tidak lagi terlihat. Yang ada hanyalah ruangan dingin yang begitu gelap. Laila pingsan di hadapan Biru. __________________ Tiga per dua diperoleh dari kesadaranku. Sisanya hanyalah angan tentang kenangan. ~Laila Buktinya, kamu sama sekali tidak bisa melepaskan ingatan tentang kenangan itu bukan? Ya, ia abadi dalam hati ~Maria Apa yang indah dari langit biru??? ~ Biru

More details
WpActionLinkContent Guidelines