427 hari, 14 bulan, lebih dari satu tahun penuh perjuangan, Biru Putera Araka tidak pernah menyerah untuk memperjuangkan cintanya. Perjalanan yang ia tempuh bukanlah jalan yang mudah. Ada banyak rintangan, luka, dan air mata, namun Biru selalu percaya bahwa cintanya layak untuk diperjuangkan.
"Kenapa sih harus sesulit ini?" gumamnya sambil memainkan gelang pemberian Syifa.
Iqbal, sahabatnya, duduk di sampingnya sambil menyeruput es kopi. "Kalau gampang, mungkin nggak akan seberarti ini, Biru. lu tahu kan, sesuatu yang berharga itu nggak pernah mudah didapat?"
Biru tersenyum kecil, meskipun hatinya masih penuh keraguan. "Tapi, kadang gua mikir, apakah gua cukup buat dia? Apakah gua benar-benar orang yang dia butuhkan?"
"apa gua belok sekarang?"
[Revisi]
Typo bersebaran
Jika Friendzone itu ngga enak, kenapa banyak yang melewati?
Kisah ini, adalah kisah Gibran dan Biru di masa SMA nya. Tentang sebuah rasa yang muncul di dalam sebuah pertemanan, tapi terdapat banyak hambatan. Ego, kasalah-pahaman, dan orang baru yang tiba-tiba muncul.
Biru, hanya gadis biasa yang tiba menyukai teman baru di sekolah barunya. Dia, seseorang yang membantunya tentang sekolah barunya. Dan? yang membuat sebuah kisah cinta barunya.
Dan Gibran, sosok yang sedikit populer dengan sebuah tampangnya. Ia memendam rasanya terhadap sosok yang baru datang ke hidupnya. Rasa? itu sudah ada. Tapi lika-likunya yang tak biasa.
Apakah mereka bisa bersatu? Dan bagaimana sesaknya Biru yang menahan rasa itu sendiri, tanpa mengetahui bagaimana rasa Gibran selama ini?
"Apakah ini memang Friendzone?"
Apakah pertemanan yang tak cukup lama dan menimbulkan rasa ini juga disebut sebagai Friendzone?
Cerita pertama wattpad! Jangan lupa follow!!!