di bawah lentera

di bawah lentera

  • WpView
    Reads 72
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadComplete Sat, Dec 20, 2025
Dia berkeliaran lagi, seperti malam-malam sebelumnya. Sosoknya sudah sangat dikenali di sekitar sini, ada yang menyebutnya pemabuk, orang gila, atau panggilan lain yang menggambarkan dirinya. Tak sekali dua kali dia menyebabkan kekacauan, melemparkan botol bekas alkohol ke jendela rumah sekitar, tapi tidak ada satu orang pun yang menghentikannya. Semua tentangnya membingungkan sampai aku tahu semua itu terjadi.
All Rights Reserved
#38
lentera
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Your Are Only Mine
  • RETAK [END]
  • JODOH BISA TERTUKAR, MUNGKIN?
  • Unwritten Desire
  • HUJAN TERAKHIR YANG MEMBAWAMU PERGI
  • The Man
  • DEAR SOPHIA
  • Oh, My Boss!! (Sudah Revisi)

"mau kamu menjerit, meminta atau bahkan memohon sekalipun tidak akan pernah aku lepaskan, kamu milikku, dan sampai kapanpun kamu hanya akan selalu menjadi milikku, sayang" ucap seorang pria sambil tersenyum dihadapan gadis yang terus menangis. "aku mohon lepaskan aku.. ini salah.. bukan seperti ini caranya.. kamu terlalu berlebihan.. aku mohon.. aku takut.." ucapnya yang terus menerus menangis dihadapan pria yang bahkan tidak memperdulikan ucapan gadis tersebut. "aku ingat disaat terakhir kali sebelum kita berpisah kau juga mengatakan hal yang sama" pria tersebut kemudian berjalan pergi hendak meninggalkan ruangan tersebut. "tunggu, terakhir kali sebelum berpisah? apa kita pernah bertemu sebelumnya?" gadis tersebut berhenti menangis dan mencoba mengingat kembali tentang pria tersebut namun gadis tersebut tidak bisa mengingat soal pria tersebut sama sekali, dia yakin bahwa mereka baru bertemu beberapa bulan yang lalu dan dia tidak pernah mengucapkan bahwa dia takut dengan pria tersebut, tidak sebelum kejadian beberapa minggu ini. "pikirkan saja jawaban itu sendiri, kau pasti bisa mengingatnya" pria itu kembali berjalan dan meninggalkan ruangan tersebut kemudian terhenti dan berbalik "itu pun kalau kau masih mengingat diriku" pria itu kemudian menutup pintu ruangan tersebut dan pergi ke suatu tempat, ketempat dimana semuanya berawal. © Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang

More details
WpActionLinkContent Guidelines