We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Ketika Bahagia Menemukan Kami

Ketika Bahagia Menemukan Kami

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 16, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Di bawah langit malam yang penuh bintang, seorang pria dan wanita duduk berdua di pelataran rumah kecil mereka. Angin lembut berbisik, seolah mengingatkan mereka pada perjalanan panjang yang telah dilalui. Masa lalu mereka bukanlah kisah yang mudah diceritakan terjal, penuh luka, dan air mata.Hidup menampar mereka keras, dari kehilangan yang menyayat hingga hinaan yang menekan. Namun, di tengah semua itu, ada sesuatu yang tak pernah pudar: harapan. Harapan bahwa cinta dan tekad akan membawa mereka melewati badai, menemukan sinar di ujung gelapnya jalan. Kisah ini bukan tentang kemenangan besar atau kemewahan yang dipamerkan. Ini adalah cerita tentang jatuh dan bangun, tentang merangkai kebahagiaan dari kepingan-kepingan kesedihan, dan tentang bagaimana cinta mengubah segalanya. Inilah kisah mereka. Kisah yang dimulai dengan luka, namun berakhir dengan cahaya "Allah maha tau apa yang paling baik untuk hambah nya" "dunia ini hanya panggung sandiwara kita hanya disuruh memerankan skenario Tuhan dengan sebaik-baiknya" "di dunia kita tidak akan pernah mendapatkan keadilan karna yang salah selalu benar" "Ketika Bahagia Menemukan Kami"
All Rights Reserved
#999
kasihsayang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cawa
  • BAHAGIA ITU LUKA KU
  • Narasi patah hati
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Takdir di Antara Kita (Tamat)
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • 360 and Still Me
Cawa

"Cawa" adalah kisah cinta yang tumbuh dari luka, bertahan dalam ujian, dan diuji oleh waktu serta jarak. Di balik senyumnya yang lembut, Cawa menyimpan dunia yang rapuh-masa lalu penuh luka, kehilangan, dan perjuangan yang tak pernah usai. Dan di sisinya, ada Iki, seorang pria sederhana dengan masa lalu yang keras, yang menjadikan cinta sebagai perjuangan, bukan sekadar rasa. Bagi Iki, mencintai Cawa bukan hanya tentang memiliki, tapi tentang melindungi, menjaga, dan memberi tempat paling aman bagi hati yang sudah terlalu sering terluka. Ia tidak hanya ingin bersamanya dalam tawa, tapi juga dalam tangis. Tidak hanya dalam senang, tapi dalam seluruh badai kehidupan. Kisah ini membawa pembaca menyusuri malam-malam kota, percakapan ringan penuh harapan, hingga tangis lirih dalam pelukan terakhir. Restu keluarga datang sebagai cahaya, tapi semesta tak pernah membiarkan cinta tumbuh tanpa ujian. Jarak, waktu, dan kesibukan perlahan menjadi jurang yang memisahkan, hingga keduanya mulai kehilangan sesuatu yang dulu sangat erat mereka genggam. Dalam keheningan pendakian gunung dan dinginnya malam, Iki menemukan ketenangan sementara dari luka yang tak pernah bisa ia ucapkan. Tapi satu hal tak pernah berubah-namanya masih Cawa. Dan rindunya, selalu mengarah ke sana. Cawa bukan hanya kisah cinta dua anak manusia. Ini adalah cerita tentang pengorbanan, kesetiaan, luka yang disembunyikan, dan harapan yang digantungkan pada langit yang kadang terlalu jauh. Sebuah kisah yang akan membuatmu diam, menangis, dan bertanya: Apakah cinta sejati harus selalu memiliki? Atau cukupkah dengan... tetap mencintai, meski dalam diam?

More details
WpActionLinkContent Guidelines