perjalanan mencari heroic spirit

perjalanan mencari heroic spirit

  • WpView
    Reads 168
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 19, 2025
Matthew: Senior, hanya kita berdua yang tersisa di Kasdim... Artoria: Ada makanan enak di sini setiap hari. Saya tidak ingin kembali ke Kasdim! ! ! Wanita Naga: Tuan, ini tiket konserku, baris pertama~ Kapten: Onepiece, saya ingin memesannya! Xing Bu Ji: Woo hoo hoo~Ga Baili, aku tidak bisa mengeluarkan uang lagi, tuan mengambil dompetku... Arong: Hehehe, Tier, apa pendapatmu tentang lukisan ini? Nero: Cricket Bismarck, makanlah salah satu meriam teater emasku! Siegfried: Maafkan aku. Aku akan mengganti kerugian ekspresnya. Karna : Guru, permisi, saya dan Arjuna ada fanmeeting. Attila: Mereka semua adalah peradaban yang buruk! ! ! [Mc adalah orang cina sombong dan arogan, lolicon lagi silahkan berkomentar jika setuju]
All Rights Reserved
#85
moon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BULAN (END)
  • Wilted Flower
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • NEW JOB?! - MARKSELLE, CHENNING
  • CHANGE THE COUPLE? - MARKSELLE CHENNING
  • Me and Monday (lagi sambil direvisi)
  • [Discontinue] [Bahasa] Possessive By KusKuszread (ForthBeam Fanfiction)
  • Snow Night Story [END]
  • ARTAN
  • Epilog Tanpa Prolog

Bulan sosok yang terlahir dengan sejuta kasih sayang, namun pada ahkirnya ia kehilangan sejuta kasih sayang tersebut. Takdir mempermainkan dirinya dengan baik, menyisakan kesedihan di dalam kehidupannya. Menyisakan goresan-goresan yang tidak ia ketahui kapan goresan tersebut akan menghilang, hingga ahkirnya membawa pemeran lain ke dalam kisahnya. Seorang pria yang terlihat dingin_Max. Keduanya hidup dalam permainan takdir yang sama, membawa keduanya kedalam hubungan yang sangat sulit untuk dipahami. Mengharuskan keduanya menjalani takdir agar mendapatkan ahkir dalam cerita keduanya, namun siapa sangka jika takdir akan kembali mempermainkan keduanya dengan tamparan yang lebih kuat lagi. Membuat semuanya kembali terluka dengan alasan yang sama. Takdir kembali berulah,,, "Mama menjebak aku?" Tanya Bulan dengan raut wajah yang tidak bisa di katakan lembut, raut wajahnya penuh dengan marah. "Sayang dengarkan Mama, Mama akan menjelaskan semuanya." Bujuk wanita paru baya_Vivi yang mencoba memegang tangan menantunya. "Jangan sentuh aku." Teriak Bulan sambil menangkis tangan mertuanya. "Jaga tingkah kamu. Dia Mamaku!" Teriakan pria itu begitu lantang dan hanya di tanggapi senyum kecewa oleh Bulan. "Kamu sama saja Max, aku sangat membenci kalian." Ucap Bulan dengan mata yang memancarkan masih memancarkan kekecewaan, tapi percayalah rasa kecewa yang ia rasakan kini lebih besar dari dari pada rasa amarahnya. . . . . Bulan & Max Selesai Revisi Jumat 13 November 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines