Bulan & Matahari

Bulan & Matahari

  • WpView
    LECTURAS 135
  • WpVote
    Votos 65
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, abr 7, 2025
Naouma dan Arslan adalah dua jiwa yang dipertemukan di pondok pesantren yang jauh dari keramaian dunia. Naouma, seorang santriwati yang hidup dengan penuh kepatuhan terhadap ajaran agama, terlahir dalam keluarga yang menuntut kesempurnaan. Sementara Arslan, seorang santri yang penuh idealisme dan cita-cita besar, datang dari latar belakang yang berbeda, dengan impian untuk memperbaiki dunia melalui pengetahuan yang ia peroleh di pondok. Cinta mereka tumbuh perlahan, seperti malam yang perlahan dihiasi oleh sinar bulan. Namun, seperti bulan yang tak pernah bisa bersatu dengan matahari, mereka menyadari bahwa takdir memisahkan mereka. Naouma terikat oleh aturan dan keraguan hatinya, sementara Arslan tidak dapat menunggu dan harus memilih jalan hidup yang membawanya jauh dari pondok, menjauhkan dirinya dari Naouma. Mereka adalah dua insan senada tapi tak dapat bersatu,seolah menjadi dua kutub yang saling melengkapi namun tak pernah bertemu. Kisah mereka adalah sebuah perjalanan batin, seperti bulan yang selalu terbit di malam hari untuk menerangi dunia, dan matahari yang selalu kembali terbit meski harus meninggalkan malam.
Todos los derechos reservados
#243
ditinggal
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Arwa'ul Qulub (BERSAMBUNG)
  • Garis Hati [Proses Revisi]
  • imam terbaik ku (tamat) REVISI
  • Dia dan Doa
  • Sesama Santri LH [TERBIT]
  • Zidan With Syakira
  • Langit Senja di Kota Nabi
  • the best choice
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • BUKAN PILIHAN KU

Nura Yasraa Assyairii, gadis mungil dengan tinggi hanya 145 cm, kulit kuning langsat yang lembut seperti rembulan, dan sepasang mata hitam bulat yang memancarkan pesona tak terdefinisi. Ia adalah anak kedua dari keluarga yang kaya. Tumbuh di tengah kasih sayang dan harapan besar orang tuanya. Di balik senyum cerahnya, Nura menyimpan ribuan cerita,tentang prestasi yang membanggakan, juga tentang tingkah laku nakal yang tak pernah habis diceritakan oleh guru-guru dan teman sebayanya. Bersama lima sahabat karibnya : Naomi yang telah 10 tahun bersamanya, Arisha si yang tidak bisa menangis , Zunaira yang berani, Cyra si toxic , dan Malaika yang berfikir kritis. Nura menjalani hari-hari penuh warna. Persahabatan mereka terjalin erat seperti simpul tak terurai, tumbuh dari pertemuan yang tak disengaja menjadi ikatan yang tak tergantikan. Namun, dunia mereka tiba-tiba berubah ketika satu keputusan orang tua meruntuhkan kenyamanan yang telah mereka bangun keenam gadis ini harus tinggal dan menempuh pendidikan di sebuah pondok pesantren yang dikenal akan kedisiplinan, aturan ketat, dan hukuman yang tegas. Dunia yang asing, dunia yang tidak mereka kehendaki. Bukan tanpa perlawanan, mereka pun mulai berulah. Segala cara mereka tempuh untuk menunjukkan ketidaksetujuan dari keusilan kecil hingga kenakalan yang membuat para pengurus pondok geleng kepala. Namun, di balik kenakalan itu, tersembunyi jeritan hati anak-anak yang masih mencari jati diri dan tempat untuk dimengerti. Pondok pesantren bukan hanya tentang hafalan dan doa, tetapi juga tentang perjuangan menghadapi diri sendiri. Apakah enam gadis ini akan mampu menerima takdir mereka? Mampukah persahabatan mereka bertahan di tengah cobaan dan aturan yang mengekang? Atau justru pondok ini akan menjadi awal dari lembaran baru dalam hidup mereka,tempat di mana mereka menemukan makna sejati dari kedewasaan, iman, dan persahabatan?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido