Bulan & Matahari

Bulan & Matahari

  • WpView
    Reads 135
  • WpVote
    Votes 65
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 7, 2025
Naouma dan Arslan adalah dua jiwa yang dipertemukan di pondok pesantren yang jauh dari keramaian dunia. Naouma, seorang santriwati yang hidup dengan penuh kepatuhan terhadap ajaran agama, terlahir dalam keluarga yang menuntut kesempurnaan. Sementara Arslan, seorang santri yang penuh idealisme dan cita-cita besar, datang dari latar belakang yang berbeda, dengan impian untuk memperbaiki dunia melalui pengetahuan yang ia peroleh di pondok. Cinta mereka tumbuh perlahan, seperti malam yang perlahan dihiasi oleh sinar bulan. Namun, seperti bulan yang tak pernah bisa bersatu dengan matahari, mereka menyadari bahwa takdir memisahkan mereka. Naouma terikat oleh aturan dan keraguan hatinya, sementara Arslan tidak dapat menunggu dan harus memilih jalan hidup yang membawanya jauh dari pondok, menjauhkan dirinya dari Naouma. Mereka adalah dua insan senada tapi tak dapat bersatu,seolah menjadi dua kutub yang saling melengkapi namun tak pernah bertemu. Kisah mereka adalah sebuah perjalanan batin, seperti bulan yang selalu terbit di malam hari untuk menerangi dunia, dan matahari yang selalu kembali terbit meski harus meninggalkan malam.
All Rights Reserved
#9
ditinggal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUKAN PILIHAN KU
  • Ketika Senja Berkata Cinta (TERLARIS di Google Playbook)
  • imam terbaik ku (tamat) REVISI
  • ALTHAZAIN
  • Lembar Terakhir Surat Untuk Dika
  • Uhibbuka Fillah Gus [END]
  • DUA NAMA DALAM DOA || SEASON 1
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Arwa'ul Qulub (BERSAMBUNG)

Cinta tak selalu dimenangkan oleh mereka yang saling mencintai tapi cinta itu tentang bagaimana cara kita ikhlas. Di balik cadarnya, Aisyah Humeyrah menyimpan luka yang tak terlihat-dijodohkan dengan pria dari mazhab berbeda, hidup dalam rumah yang sepi meski ada dua orang di dalamnya. Ia masih belum lulus dari pondok, tapi sudah harus menunaikan bakti sebagai istri. Sementara itu, Imam-pemuda yang mencintainya dalam diam-hanya mampu mencintai dari kejauhan, dengan doa yang tak pernah putus. Pernikahan yang awalnya tampak tenang berubah menjadi luka-luka kecil yang terus ditelan Aisyah dalam diam. Mas Hadi, suaminya, semakin sibuk dengan dunia sendiri, memperlakukannya seolah tak lebih dari pelengkap rumah. Di tengah keterasingan itu, Aisyah tetap mengajar, tetap belajar, dan tetap sabar. Tapi sampai kapan kesabaran bertahan jika cinta hanya berjalan satu arah? Ini adalah kisah dua insan yang terpisah oleh takdir, mazhab, dan dinding rumah yang tak memantulkan cinta. Tapi di antara sabar dan ikhlas, mereka belajar satu hal: bahwa mencintai bukan selalu memiliki, tapi mendoakan dalam senyap, hingga langit sendiri yang menjawab.

More details
WpActionLinkContent Guidelines