Ketika Logika Membunuh Hening
Di sebuah desa yang dijaga oleh mitos dan kearifan lokal, berdiri Koja Neni, pohon keramat yang dipercaya sebagai tempat bersemayamnya Uhek Manar, roh penjaga sungai dan kehidupan. Markus, seorang anak desa yang kembali dengan pendidikan dan logika pembangunan modern, menebang pohon itu demi rencana pembangunan.
Namun, tindakan ini membuka gerbang ketidakseimbangan spiritual dan alamiah. Sungai yang dulu menjadi sumber kehidupan menjadi keruh, suasana desa mencekam, dan Markus dihantui mimpi serta suara-suara yang tak dapat dijelaskan oleh logika. Ia mulai menyadari bahwa dunia yang tampak dan tak tampak tidak bisa dipisahkan begitu saja oleh deretan angka dan rencana proyek. Maka, dimulailah perjalanannya bukan hanya untuk menebus kesalahan, tetapi untuk memahami kembali relasi manusia dan alam dari titik paling dalam dirinya sendiri.