Shadow in the Winter Sun

Shadow in the Winter Sun

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 23, 2024
©xhxoct Noah selalu merasa nyaman dalam kesunyian, namun tidak pernah menyangka akan terpesona oleh kehadiran seorang remaja lelaki dengan tatapan sedingin es dan kepribadian yang sulit dijangkau. Semuanya bermula pada hari pertama kemasukan Noah ke sekolah elit di Seoul, yaitu St. Andrews International School. Saat memasuki aula utama, Noah merasakan tatapan asing yang menjalari dirinya. Dengan langkah hati-hati, ia mencari tempat duduk di pojok ruangan dan berharap bisa menghindari perhatian orang lain. Namun, tak jauh dari tempat duduknya, terlihat lelaki-Julian berdiri dengan tenang, dikelilingi oleh beberapa siswa lain yang terlihat sangat menghormatinya. Pandangannya yang tajam dan misterius membuat Noah terpesona tanpa bisa mengalihkan mata. Meski tampak sangat tenang, Julian seolah memancarkan aura yang sulit diketahui, dan itu membuat Noah merasa tertarik, meskipun ia sendiri tidak tahu kenapa. Noah Featherstone Kim | Noah Julian Harrington So | Junghwan Genre: Teen-Fiction, Romance, Short Story
All Rights Reserved
#330
sojunghwan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BACK TO FRIEND | JUNGHWAN X HAERIN (TAMAT)
  • FAN-SIGN | Hwanshi ✔
  • Immortal ✔
  • Crazy Student and Bad Teacher
  • Two J
  • Entangled
  • Yours |Iksan Boys [End]

Bagi banyak orang, Teresa dan Lionel tak lebih dari dua orang asing yang kebetulan duduk di kelas yang sama-tanpa kisah, tanpa kenangan. Tapi di balik diamnya mereka, tersimpan cerita yang pernah begitu hidup di kota kecil jauh dari Jakarta. Dulu, mereka adalah sepasang kekasih yang saling menggenggam erat di Inggris, menjadikan satu sama lain rumah dalam dunia yang asing. Namun, tidak semua kisah indah berakhir bahagia. Sebuah pertengkaran hebat memutuskan benang di antara mereka. Lionel kembali ke Jakarta lebih dulu, meninggalkan Teresa dalam ketidakpastian yang mengikis perlahan. Sejak hari itu, keduanya tak pernah saling mencari, seolah ingin berpura-pura bahwa cinta itu tak pernah ada. Dua tahun berlalu. Takdir mempertemukan mereka kembali-bukan di kedai kopi tempat mereka biasa tertawa, bukan di taman tempat mereka dulu saling menatap, tapi di sekolah yang sama, di kelas yang sama. Kini mereka berdiri di bawah atap yang serupa, namun dengan jarak yang jauh lebih dingin dari sebelumnya. Mereka tidak berbicara. Tidak saling menyapa. Hanya tatapan yang sesekali bertabrakan-penuh amarah yang tertahan, rindu yang tak diakui, dan bayang-bayang masa lalu yang belum benar-benar mati. Mereka mencoba menjadi asing, tapi hati tidak pernah bisa benar-benar lupa. Dan pertanyaannya kini sederhana: apakah kisah ini akan berakhir sebagai dendam yang terus tumbuh, atau diam-diam menjadi awal dari pertemuan yang tak pernah mereka duga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines