Dunia Keempatbelas

Dunia Keempatbelas

  • WpView
    Reads 252
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 10, 2025
WpInfo
Fiction
Fantasy
Papa sakit dan sedang diobservasi di rumah sakit. Nenek datang untuk menjaga Aro lalu bercerita tentang seseorang di masa lalunya yang mengutuk keluarganya. Ketika bercerita, Nenek menunjukkan jurnal rahasia yang disimpannya. Kutukan itu bisa hilang asal ada air dari pohon Liagra. Air pohon Liagra bisa menyembuhkan Papa. Aro tidak percaya dengan cerita Nenek. Aro menganggap kalau cerita itu hanyalah dongeng belaka. Karena ikut bersedih, Nenek jadi jatuh sakit juga. Aro menjadi panik, takut kehilangan mereka. Aro bertekad mencari siapa yang sudah mengutuk Papa dan neneknya. Berbekal jurnal Nenek, Aro menelusuri satu per satu petunjuk. Di petunjuk pertama, Aro bertemu dengan Nenek Ewona, pemilik toko roti sekaligus sahabat neneknya. Aro akhirnya masuk ke dunia keempatbelas. Di dunia keempatbelas, Aro mulai bertemu dengan makhluk-mahkluk fantasi. Aro terkejut mendapati fakta bahwa keluarga neneknyalah yang menyebabkan dunia keempatbelas kacau-balau. Para pendahulu keluarga neneknya yang menghilangkan telur pohon Liagra sehingga sumber air mengecil. Aro menjadi sadar dan berusaha mencari serta mengembalikan buah Liagra lalu mengambil air dari pohon itu. Namun, usahanya menemukan banyak rintangan terutama karena ia tidak tahu makhluk apa saja yang ditemuinya.
All Rights Reserved
#31
middle
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Larasati- Napas Dari Masa Lalu
  • Memorable Night #N1 ( LENGKAP )
  • Hi! kaladevara (HIATUS)
  • Lilin di tengah hujan [END]
  • THE NAIAD (transmigrasi) {END}
  • Swan's Last Pirouette

"Ada napas yang tertinggal di masa lalu. Larasati hanya perlu mendengarkannya." Larasati selalu merasa asing di dunia yang ia pijak-seperti ia pernah hidup di tempat yang berbeda, pada waktu yang tak bisa dijelaskan. Dalam diamnya, ia menyalakan lilin... dan dari nyala itu, masa lalu mulai berbicara. Suara-suara dari kehidupan sebelumnya datang perlahan: tentang seorang tabib wanita yang merawat bayi dan jiwa manusia, tentang putri seorang Tumenggung yang tak pernah dikenang sejarah, dan tentang lelaki bernama Raka yang jiwanya terasa begitu akrab. Saat ingatan mulai terungkap satu demi satu, Larasati harus memilih: melupakan semuanya... atau mengikuti bisikan yang menuntunnya pulang. Larasati: "Raka, aku merasa ada yang lebih dari sekadar lilin ini. Sepertinya, mereka membawa sesuatu yang lebih dalam... sesuatu dari masa lalu." Raka: "Aku merasakannya juga. Seperti kita pernah terhubung, meski kita tidak tahu bagaimana."

More details
WpActionLinkContent Guidelines