whislist terakhir

whislist terakhir

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 11, 2025
WpInfo
Non-Fiction
Seminggu kemudian, malam Deandra terasa sunyi. Ia duduk di balkon, menikmati cahaya bulan. Tanpa disadari, ibunya masuk ke kamar. "Bang," panggil sang ibu pelan. "Iya, apa Bun?" Deandra menoleh dengan senyum tipis. "Bunda mau ngomong sesuatu, tapi kamu harus kuat, ya." Hati Deandra berdegup kencang. Ia menatap bundanya, mencoba membaca ekspresi wajahnya. "Kenzo... udah nggak ada." Dunia seakan berhenti. Kata-kata itu menghantamnya seperti gelombang besar. "Bunda bohong, kan?" suaranya bergetar, air mata mulai mengalir. Ibunya hanya memeluknya erat, mencoba menenangkan Deandra yang menangis sejadi-jadinya. sorry kalau cerita ini rada ga nyambung atau mungkin gak nyambung menurut kalian? ini cerpen pertama yang aku buat, sejujurnya hanya dikit sih palingan cuma jadi 1 atau gak 2 chapter.
All Rights Reserved
#17
sahabatbaik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Make a Story With You
  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • NADIRAEFAL
  • Puisi Kegagalan
  • Eight Prince GoodLooking (End)
  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  •  So Runaway
  • That One Glimpse Love
  • ketika senja menyapa
  • AFFECTION (Completed)

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^ "Gama stop!" "Apa? Mau alesan ada urusan OSIS lagi? Kemarin Alga sekarang Galih besok kamu mau selingkung sama siapa lagi hah?!" "Terus aku harus jawabb apa kalau emang nyatanya itu urusan OSIS haa? Terus aku harus cari pembelaan diri apa kalo kamu nggak pernah mau percaya sama aku?!" Laki-laki itu terus menatap dirinya tajam. "Apa mau marah? Terserah!" Siang itu Rana menyesal meninggalkan Gama di sana dalam kondisi seperti itu, karena lagi-lagi dia menemukan kekasihnya dengan aura bereda yang sangat berbahaya. Rana membulatkan matanya menatap Gama yang memukul cermin di hadapannya "GAMA STOP!" Secepat kilat gadis itu menahan tangan Gama yang lagi-lagi akan mengayun ke arah cermin. "Lepasin gue." Suara dingin yang terdengar seperti geraman itu membuat Rana sontak mendongak, 'Tidak mungkin' "Ti..Titan?" HAYOO ADA APA NIHHH? KEPO? cus langsung baca aja ^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^ halo teman-teman, i'am back with my new story^^ Tapi Tapi Tapi Kali ini adalah kumpulan CERPEN IYA CERPEN, Kelihatan nggak seru? OH TENANG AKU JAMIN KALIAN AKAN JATUH CINTA SAMA SEMUA TOKOHNYA SOOO STAY TUNE YAW

More details
WpActionLinkContent Guidelines