Cahaya Yang Hilang

Cahaya Yang Hilang

  • WpView
    Reads 65
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 2, 2025
Hidupnya dulu sempurna. Seorang perempuan dengan kecerdasan luar biasa, keluarga harmonis bak pohon cemara, paras yang menawan, dan hati yang begitu hangat hingga membuatnya disukai banyak orang. Namun, semua itu sirna dalam sekejap. Sebuah kecelakaan di malam kelulusan merenggut penglihatannya dan perlahan-lahan meruntuhkan dunianya. Keluarga yang dulu erat kini saling menyalahkan. Teman-teman yang selalu ada kini menjauh, meninggalkannya dalam kesendirian. Ia terperangkap dalam gelap, tak hanya secara harfiah, tetapi juga dalam hatinya yang mulai kehilangan harapan. Namun, takdir memiliki rencana lain. Di tengah keputusasaan, ia bertemu dengan seorang laki-laki asing-sebuah pertemuan sederhana yang tak pernah ia duga akan membawa warna baru ke dalam hidupnya. Pelan-pelan, laki-laki itu mengajarinya bahwa meskipun ia kehilangan cahaya dunia, ia masih bisa menemukan terang dalam dirinya. [Reyzieeee] - start - 24/12/2024
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"
  • Luka dan Malam [END]
  • The Light, Its Dark, and Hope
  • New Universe : Transmigration
  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata
  • dimana janji tersebut
  • Destiny Changing Action
  • Cinta yang Sesungguhnya END ( ORINE JKT48 )
  • Blue Trapped In BL Novel

Hidup adalah panggung, dan setiap orang mengenakan topeng. Beberapa topeng begitu sempurna hingga bahkan pemakainya lupa wajah aslinya. Tawa bisa menjadi tirai, senyum bisa menjadi ilusi, dan kata-kata "Aku baik-baik saja" bisa menjadi kebohongan yang paling menyakitkan. Ini adalah kisah tentang seseorang yang menjalani hari-hari seperti biasa, seperti semua orang lainnya. Ia tertawa bersama teman-temannya, membantu keluarganya, mengisi waktunya dengan hobi, dan menjalani hidup seperti yang seharusnya. Tapi di balik semua itu, ada kehampaan yang tak terjelaskan, ada luka yang tak terlihat, ada pertanyaan yang tak pernah terjawab. Bagaimana rasanya hidup tanpa benar-benar merasa hidup? Bagaimana rasanya berjalan di dunia ini, tetapi tidak pernah benar-benar berpijak? Dan bagaimana jika, suatu hari, semuanya terasa terlalu berat untuk dilanjutkan? "Biarlah" bukan hanya sebuah cerita. Ini adalah perjalanan di antara cahaya dan kegelapan, kebahagiaan yang palsu dan kesedihan yang nyata, antara eksistensi dan kehampaan. Ini adalah kisah yang mungkin terlalu dekat dengan kenyataan-dan mungkin, terlalu sulit untuk diabaikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines