Young Mom

Young Mom

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 25, 2024
"Xella Anak saya?". Zenna menunduk, ia tidak mau menjawab pertanyaan dari majikannya itu. "ZENNAYA ANATASYA!" Teriak Axel membuat para mata tertuju padanya. "Bu-bukan" "Jangan bohong!. Saya meninggal kan kamu 5 tahun yang lalu dan anak itu berusia 4 tahun ". sambil menunjuk pada Xella yang menangis sambil memeluk ibunya. Zenna berdiri, ia lalu tersenyum kecut pada Axel. "Anak itu udah saya gugurkan! Bukankah itu yang dulu kamu inginkan? lalu kenapa sekarang malah bertanya tentang nya?". Axel terdiam, ia tidak bisa berkata apa-apa. Benar yang dikatakan Zenna, ia dulu pernah berkata seperti itu karena tidak mau mempunyai tanggung jawab yang begitu berat di usianya yang masih muda. Lalu kenapa sekarang Axel terlihat tidak senang?. Zenna mendekat pada Axel, lalu berbisik "Walaupun Xella bener anak kamu, kamu ga pantas menjadi seorang ayah". Setelah itu Zenna memilih berhenti bekerja untuk keluarga Anderson. ### Hai... Haii 👋 Selamat membaca😘 Ini karanganku sendiri, kalau ada kesamaan nama, tempat, alur cerita, Mimin minta maaf sebesar-besarnya 🙏 itumah mungkin kebetulan belaka aja.. Ini Murni Khayalan Mimin hihi😁
All Rights Reserved
#77
pelayan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • Aksaza||Tulisan Senja
  • ELZEAN [On Going]
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • Sehari Untuk Selamanya
  • NEVER CHANGE ME & YOU
  • MENYAKITKAN (Freya)
  • Jika esok Tak Pernah Ada

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines