Elegi; empat kepala

Elegi; empat kepala

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 15, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
𝘌𝘭𝘦𝘨𝘪; 𝘌𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘒𝘦𝘱𝘢𝘭𝘢 Di sekolah tempat ambisi jadi mata uang paling laku, empat kepala muda mencoba memahami artinya menjadi manusia. Karena pertanyaan nya; Alih-alih menjadi sempurna kenapa ngga mencoba menjadi manusia? Ajendral, si jenius gila yang tak merasakan emosi, yang ingin menjadi Dokter terbaik dunia, tapi tak tahu cara menyembuhkan dirinya sendiri. Raes, si filsuf pemberontak yang ingin merubah sistem, bahkan jika itu berarti menghancurkan dirinya sendiri. Harsa, si pengacau penuh tawa, yang diam-diam menyimpan pemikiran lain yang tak bisa dia jelaskan. Dan Prateesa, si perempuan kecil penuh isi, teman masa kecil Ajendral, kembali dengan mata penuh luka dan kepala penuh ledakan. Kepada elegi; Empat kepala menunduk sunyi, terpatri dalam elegi yang tak henti, barangkali semesta lambat memberi kasih.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • BLOOMING [END]
  • Berbahagialah Dengan Rumah Barumu
  • Bandungku Kini Berbeda [LEE HAECHAN]
  • ZAWIL
  • Your Choice (REPOST)
  • ASAVELA KIARA

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines