You Are Poison.

You Are Poison.

  • WpView
    Membaca 307
  • WpVote
    Vote 42
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Jan 1, 2025
WpInfo
Fiksi
Romansa
Besarnya rasa benci Javier Pratama kepada Marka membuatnya nekat menculik istri dari kakak tirinya itu dan menyembunyikannya di sebuah pulau terpencil. pulau yang hanya Javier seorang yang tahu dimana itu berada. Javier mengira jika ia menghancurkan Hikari, marka akan hancur. Namun, kenyataannya ia salah; Marka dan Hikari tidak didasarkan cinta, tetapi itu hanya sebuah perjanjian. Waktu terus berlalu dan semua rencana Javier berjalan dengan lancar. Hikari hancur sesuai dengan kemauannya, Marka juga hancur. Namun, tanpa ia sadari ia mulai menyimpan perasaan terhadap Hikari. Ia benci ketika Hikari menangis di hadapannya; memohon untuk dilepaskan dan dipulangkan. Ia benci jika ada yang melukai Hikari. "Aku mohon, bertahan lah sedikit lagi. Aku janji akan membahagiakan mu, aku akan berikan seluruh dunia untukmu." "Apakah aku semurah itu di depanmu? Kau kira aku akan sangat mudah untuk digoda? Aku tahu selama ini kamu memandang ku layaknya jalang, aku tahu, Javier!" Start : End :
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#181
jihyuck
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • It's Always Been You✔️
  • Sadewa (END)
  • NOMIN-MARKHYUCK | Est-ce que t m'aimes ?
  • Reverse
  • BARRIER WALL - GISELLE HAREM
  • HAKANA (Boundaries Were Never Our Thing)
  • Bitter Sweet [Markhyuck]
  • Biantara | Lee Jeno
  • SECRET ADMIER - MARKHYUCK

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan