Story cover for Silence Between Us by unownedheart
Silence Between Us
  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 9
  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 9
Ongoing, First published Dec 25, 2024
🧸🧸🧸

Ada perasaan yang tak pernah benar-benar hilang, meski waktu terus berjalan. Seperti bayangan samar di sudut pikiran, atau detak kecil yang muncul tanpa alasan di hati. Begitu pula dengan Aria.

Ia mengenalnya sejak kecil-sosok yang tak pernah benar-benar dekat, tapi selalu terasa akrab. Rumah mereka hanya dipisahkan oleh beberapa langkah, namun jarak itu terasa lebih jauh dari yang terlihat. Bertahun-tahun berlalu, mereka hidup berdampingan tanpa banyak kata, hanya senyuman singkat atau tatapan sekilas yang tak pernah diterjemahkan.

Kini, setelah semuanya berubah, sebuah undangan reuni membawa Aria kembali ke masa lalu. Sebuah kesempatan untuk bertemu lagi dengan seseorang yang pernah menjadi bagian diam dari hari-harinya. Tapi, apakah itu cukup? Dan apakah perasaan yang ia simpan sejak kecil akan tetap sama saat mereka akhirnya kembali bertatap muka?

Di antara kenangan dan kenyataan, Aria harus menemukan keberanian untuk menghadapi sesuatu yang selama ini hanya ia simpan dalam diam.
All Rights Reserved
Sign up to add Silence Between Us to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 6
DESA PUNYA CERITA cover
Stranger | Orine  cover
Cinta dan pencarian diri cover
»The Love Behind Secrets!  cover
Antara Jarak Dan Waktu cover
Sembunyi Dalam Senyum [COMPLETED] cover

DESA PUNYA CERITA

4 parts Ongoing

Azis Mahendra selalu hidup mewah di kota, terpaksa ikut keluarganya mudik ke desa. Ia kesal-baginya, desa terasa asing, tak nyaman, dan jauh dari standar hidupnya. Namun semua berubah ketika ia bertemu Ratih Prameswari, gadis desa 15 tahun yang hangat dan ramah. Mereka pertama kali bertemu di pasar. Azis merasa risih dengan bau amis dan suasananya yang ramai, sementara Ratih justru tertawa melihat kepanikan Azis. Percakapan singkat mereka dalam bahasa Jawa halus jadi pembuka hubungan mereka. Hari-hari berikutnya membawa mereka ke kebersamaan yang tidak direncanakan. Mereka naik sepeda menyusuri jalanan desa, melewati sawah, tertawa saat tercebur parit karena ceroboh. Azis mulai menikmati suasana desa yang dulu ia remehkan. Dua minggu yang awalnya membosankan berubah jadi hari-hari penuh warna. Namun waktu terus berjalan. Azis harus kembali ke kota. Di ujung desa, mereka saling menatap dalam diam. Tak ada kata perpisahan, apalagi janji. Hanya perasaan yang tumbuh tanpa pernah terucap. Ini bukan kisah cinta yang selesai bahagia. Tapi tentang perbedaan, tentang waktu yang terlalu singkat, dan tentang cinta yang hadir tanpa pernah benar-benar bisa dimiliki. Apakah perasaan itu akan bertahan? Ataukah akan jadi kenangan yang perlahan memudar bersama waktu?