Silence Between Us

Silence Between Us

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 9, 2025
🧸🧸🧸 Ada perasaan yang tak pernah benar-benar hilang, meski waktu terus berjalan. Seperti bayangan samar di sudut pikiran, atau detak kecil yang muncul tanpa alasan di hati. Begitu pula dengan Aria. Ia mengenalnya sejak kecil-sosok yang tak pernah benar-benar dekat, tapi selalu terasa akrab. Rumah mereka hanya dipisahkan oleh beberapa langkah, namun jarak itu terasa lebih jauh dari yang terlihat. Bertahun-tahun berlalu, mereka hidup berdampingan tanpa banyak kata, hanya senyuman singkat atau tatapan sekilas yang tak pernah diterjemahkan. Kini, setelah semuanya berubah, sebuah undangan reuni membawa Aria kembali ke masa lalu. Sebuah kesempatan untuk bertemu lagi dengan seseorang yang pernah menjadi bagian diam dari hari-harinya. Tapi, apakah itu cukup? Dan apakah perasaan yang ia simpan sejak kecil akan tetap sama saat mereka akhirnya kembali bertatap muka? Di antara kenangan dan kenyataan, Aria harus menemukan keberanian untuk menghadapi sesuatu yang selama ini hanya ia simpan dalam diam.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 74/366
  • Ex or New? [REVISI]
  • DIARY DEPRESIKU
  • Kakak Tiriku
  • Antara Aksara dan Kata
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Stranger | Orine
74/366

Arifah, yang dikenal dengan sikapnya yang ceria, mulai merasakan debar aneh setiap kali tatapannya bertemu dengan seorang adik kelas yang misterius. Pertemuan singkat di lorong sekolah, senyum samar, dan pesan singkat menjadi momen kecil yang menghangatkan harinya. Awalnya, itu sudah cukup baginya. Namun, perasaan itu perlahan tumbuh menjadi harapan akan kedekatan yang lebih nyata. Tanpa ia sadari, sang adik kelas masih terikat bayang-bayang masa lalu yang menciptakan jarak di antara mereka. Kini, Arifah dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan dalam hubungan tanpa kepastian, atau mundur sebelum perasaannya semakin dalam dan berujung luka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines