H-30 (Freenbecky)

H-30 (Freenbecky)

  • WpView
    Reads 59,356
  • WpVote
    Votes 3,662
  • WpPart
    Parts 39
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Sep 13, 2025
Di luar gedung pernikahan, di bawah langit yang mulai memerah, terdapat seorang wanita yang terjatuh, duduk membungkuk dengan wajah tertutup tangan. Halaman depan gedung itu menjadi saksi bisu betapa hancurnya hati seseorang yang sedang meratapi takdirnya. Dialah Freen. Tangisannya terdengar jelas, mengalir deras, seolah mengeluarkan segala rasa sakit yang selama ini terpendam. Kini, semua rasa itu menyatu, menggunung, begitu berat, setelah menyaksikan puncak kepedihannya. Becky-satu-satunya wanita yang begitu ia cintai-telah bersanding dengan pria pilihan hatinya. "Freen!" teriak Nam, yang berlari menghampiri sahabatnya itu. Tanpa ragu, Nam memeluknya erat, ikut merasakan kepedihan yang tak terkatakan. Nam tak bisa menahan air matanya. Hatinya pun remuk melihat sahabatnya begitu hancur. "Maafkan aku, Freen," ujar Heng dengan suara penuh penyesalan. "Aku... aku tak bisa mencegahnya." Freen hanya terisak. Tanpa bisa berkata apa-apa, ia menutup wajahnya dengan kedua tangan, tubuhnya bergetar hebat, dan rasanya seolah dada ini akan meledak. "Becky... dia sudah jadi milik orang lain sekarang..." suara Freen tercekat, semakin tertahan oleh tangisannya yang tak bisa dihentikan. Nam menggigit bibir, menunduk, seolah tak lagi memiliki kata-kata yang bisa menghiburnya. "Sudahlah, Freen... kau sudah berjuang dengan sekuat tenaga," kata Heng dengan suara berat. "Kau sudah melakukan yang terbaik." "Aku gagal, Heng... aku gagal," ucap Freen dengan air mata yang terus mengalir, membasahi pipinya. "Aku tak bisa membuatnya tetap di sini, bersama aku." Heng menundukkan kepala, tak kuasa menahan air mata yang kini mengalir di pipinya. Yang bisa ia lakukan hanya memeluk Freen, menemani sahabatnya yang tengah hancur, menangis bersama di tengah keheningan malam.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [ SUSPEC ! ] - COMPLETED
  • AMBISI
  • BURNING DESIRE (Freen&Becky) END
  • MAID IN LOVE - BECKFREEN [SELESAI]
  • Thesis: I'M IN LOVE WITH MY PROFESSOR
  • CINTA UNTUK BECKY (END)
  • I FOR YOU (END)
  • Ceo kesayangan anak brutal
  • [ If You Want ] - COMPLETED
  • Asmara - FreenBecky

Freen saat ini sedang bertugas untuk berkeliling ke seluruh sel untuk mengecek para tahanan ,satu persatu lorong demi lorong ia lewati, pada saat ingin berbelok ke lorong lainnya, tiba-tiba saja ada tangan yang menutup mulutnya dari arah belakang. Freen di bawa paksa sampai ke ujung lorong, lorong yang tidak ada tahanan sama sekali. "Emph .. Emph .. bug!" Freen memukul orang yang sedang memebekap mulutnya. ia menoleh kebelakang melihat siapa yang melakukan nya. "Kau!" "Ssstt.. Tenang lah sayang"Ucap Orang itu langsung mendorong tubuh freen ke dinding. ia mengurung freen dengan kedua tangannya. "Rebbeca! apa kau tidak sadar dengan berhadapan dengan siapa?"Tanya freen dengan tatapan tajam. "Aku sadar inspektur Freen "Ucap becca tersenyum genit. "Kembali ke sel mu!"Ucap freen dingin. Becca tidak menjawab ia malah mendekatkan wajahnya pada freen, Kedua jantung mereka berdetak kencang. Freen memejamkan matanya saat bibir becca sudah melumat bibirnya dengan lembut. Freen selalu merasa terbuai ketika becca memperlakukan nya seperti ini. Bibir keduanya masih melumat satu sama lain, mereka saling membelitkan lidah masing-masing, freen juga sudah mengalungkan tangannya di leher becca mempersempit jarak di antara mereka. *_ SEPENGGAL KISAH BECCA DAN FREEN BAGAIMANA KELANJUTANNYA? ⚠️FUTA⚠️ WARNING CERITA GXG!! Homophobic menyingkir !!

More details
WpActionLinkContent Guidelines