PHARAOH [Book One] ✓

PHARAOH [Book One] ✓

  • WpView
    Leituras 107,729
  • WpVote
    Votos 7,102
  • WpPart
    Capítulos 47
WpMetadataReadMaduroConcluída ter, abr 4, 2017
For Those Who Always Believe in Miracle *** Pada akhir musim panas, Westminster mengadakan study tour. Study tour mengunjungi kota kuno yang dulunya termansyur pada jamannya. namun sayang kedatangannya di kota kuno tersebut membawa bencana beruntun pada Julian seolah dunia tidak terima ia kembali. Pemuda itu kerap dihantui oleh suara suara tanpa tubuh yang menyelinap masuk dipendengarannya membuat ia merasa nyaris gila. Dan sebuah kecelakaan tak terduga mengantarkannya pada karma tak berujung. Tidak, bukan karma. Takdir yang sedang bermain dengannya. "Aku memang seorang raja. Raja yang tangguh baik dalam kehidupanku di masa lampau, saat ini, atau pun misteri yang akan datang di masa depan" How can you survive when God playing with you? All right reserved 2015© By : FavellhaCandice
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Chasing A Mirage
  • Edgar Vaske
  • Retisa Arabella [Jefferson] ✔️
  • Princess Without Crown
  • RUMAH SINGGAH ✔️
  • VERBORGEN LIEFDE (Available On Play Books)
  • JEJAK CINTA DALAM SEJARAH
  • Legacy of Velmora Season 1

Bayangannya menari di tepian cakrawala, seolah menantang realitas untuk mengakuinya. Setiap langkah yang diambil, ia menjauh-seperti fatamorgana yang mengundang, namun tak pernah dapat digenggam. Di persimpangan antara kenyataan dan ilusi, aku mengejarnya. Apakah dia nyata, atau hanya bayangan yang dirajut oleh pikiranku sendiri? Seperti Māyā, fatamorgana dari semesta, dia hadir dalam kelam, berbisik di antara desir angin, menggoda kepercayaanku akan dunia yang kukenal. Hatiku adalah Chakra, roda yang berputar dalam ketidakpastian, menginginkannya, merindukannya, tetapi semakin aku mendekat, semakin ia terurai seperti pasir di sela jemari. Apakah dia wujud atau hanya Smriti, kenangan samar yang dipahat oleh waktu? Aku terus berlari dalam lorong-lorong Samsara, mengulang pencarian tanpa akhir. Jika dia hanya ilusi, mengapa jantungku berdegup seakan mengenalnya? Jika dia nyata, mengapa dunia seolah menolak keberadaannya? Mengejar dia adalah mengejar bayanganku sendiri-sebuah misteri yang hanya bisa dipecahkan oleh keberanian untuk bertanya: apakah yang kurasakan ini nyata, atau hanya mimpi yang tak ingin terbangun?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo