We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Who are you?

Who are you?

  • WpView
    Reads 59
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 15, 2015
WpInfo
Fiction
Romance
Aku berjalan perlahan, air mata yang dari tadi kubendung akhirnya tumpah ruah juga. Tapi syukurlah, hujan menemaniku. Hujan berusaha untuk menyamarkan air mataku. Hujan turun disaat yang tepat. Tepat dengan keadaan perasaanku saat ini. Aku berusaha tersenyum. Kunikmati setiap rasa sakit yang sedang kurasakan. Aku memegang dadaku. Disini, hatiku sedang berteriak kesakitan. Bersabarlah hati, sebentar lagi aku akan merawatmu dan tidak membiarkan siapapun untuk menyakitimu lagi. Aku berjanji. Aku berjalan tak tentu arah. Aku terus menelusuri jalan raya. Aku mau pulang. Aku mau tidur. Badanku lelah. Tak jauh dari arah sebelah kanan, aku merasakan ada sesuatu yang akan melintas. Aku melihat kearah kanan. *BRAKKKK* Tubuhku membeku. Kurasakan air hangat mengalir dari kepala menuju pelipisku. Seketika pandanganku mengabur dan lama-lama berubah menjadi gelap.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Impossible Wish
  • BROKEN
  • Save and Protect
  • Another Dimension (The End)
  • Bianglala
  • HUJAN WAKTU ITU
  • I Want To Make You Mine
  • SasuHina - Love Story
  • • EUTANASIA •

"Shit, mata gue salah. Jelas itu bukan dia! ia janji ga bakal bohong lagi! Enggak! Ini pasti cuma mirip" ucap seorang gadis bermata biru berambut panjang dengan air mata yang tak terbendung lagi. Sambil terus menyakinkan dirinya bahwa apa yang dilihatnya hanya halusinasi belaka. "You know? Terkadang bukan karena kebohongan kita membenci sesesorang, tapi karena sedih menerima kenyataan bahwa ia tak bisa lagi kita percaya" ucap seorang laki laki dengan nada dingin nya yang khas. Entah dari mana dia datang aku tidak tahu. Badanku kaku, lidah ku kelu dan kepalaku rasanya berat untuk menoleh. Dia langsung menarikku ke dalam pelukannya. Aku merasa menjadi orang yang sangat tidak berdaya sekarang. Bagaimana bisa orang itu dengan mudahnya memporak porandakan hidupku dalam satu kedipan mata? "Kemarin dia buat gue ngerasa begitu istimewa. Tapi sekarang, dia bikin gue ngerasa sama sekali gak diinginkan?" Ujar gadis bermata biru itu dengan berlinang air mata. "Gak selalu yang menurut lo itu baik adalah baik. Dan gak semua yang meurut lo itu buruk akan selalu buruk" Mendengar hal itu, gadis bermata biru itu hanya dapat menumpahkan kesedihannya dan air matanya di dada bidang pria itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines