Ikbal, seorang pemuda yang tengah berlibur di sebuah pantai terpencil, selalu menemukan kedamaian saat menikmati senja. Namun, ada satu hal yang menarik perhatiannya-seorang gadis yang selalu muncul tepat pukul empat sore. Gadis itu berlari-lari di sepanjang pantai dengan wajah ceria, seolah dunia ini hanya miliknya. Setiap kali melihatnya, Ikbal merasa ada sesuatu yang berbeda.
Namun, ada satu hal yang membuatnya penasaran.
Ia tidak pernah melihat gadis itu di waktu lain. Tidak saat pagi, siang, atau malam. Hanya ketika matahari hampir tenggelam, gadis itu muncul. Dan setiap pagi, Ikbal selalu melihat sekelompok orang yang menaburkan bunga ke laut sambil menangis.
Ketika akhirnya Ikbal memberanikan diri untuk berbicara dengannya, gadis itu terkejut. Namanya Lavender. Mereka mulai menghabiskan waktu bersama, berbagi cerita, tertawa, dan tanpa sadar, Ikbal mulai jatuh cinta.
Tapi Lavender selalu menatap laut dengan tatapan kosong, seolah ada sesuatu yang ia tunggu. Dan suatu hari, Lavender mengungkapkan kebenaran yang pahit-ia bukan lagi bagian dari dunia ini. Ia telah tenggelam di laut bertahun-tahun lalu, dan jasadnya tak pernah ditemukan. Selama ini, yang dilihat Ikbal bukanlah seorang manusia biasa.
Namun, mengapa Ikbal bisa melihatnya?
Cinta mereka tumbuh di antara batas dua dunia yang berbeda. Tapi takdir tidak akan pernah mengizinkan mereka bersama. Hingga akhirnya, di hari terakhir liburannya, Ikbal harus mengucapkan perpisahan. Dengan hati yang berat, ia melemparkan setangkai bunga lavender ke laut, berharap gadis itu bisa menemukan kedamaiannya.
Meskipun mereka saling mencintai, mereka tidak ditakdirkan untuk bersama.
Senja itu menjadi saksi atas kisah yang tak bisa tergenggam, cinta yang hanya bisa hidup dalam kenangan.
Instagram: @dlsem_fl
All Rights Reserved