Arus Melvino ( ON GOING )

Arus Melvino ( ON GOING )

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 21, 2026
Tentang sebuah kebencian, cinta yang timbul, keluarga , dan kehilangan. Melvia naomi azra, perempuan dengan sebutan anak pembun*h itu sudah melekat dari ia kecil. Rasa sakit dan luka yang ia tutupi itu begitu banyak, nyatanya bagi gadis berumuran sepertinya belum tentu bisa mengalami fase sulit yang di alami Melvia selama perjalanan hidupnya. Tiba tiba saja, dibalik hancurnya dunia. Datanglah Delvinno angga renalda, yang membuat hidup Melvia semakin hancur . Namun kebencian Delvinno terhadap Melvia mulai berkurang setelah menjalin hubungan suami istri. Delvinno mulai membukakan hatinya untuk Melvia dan membuang sedikit demi sedikit kebenciannya. Delvinno telah kehilangan banyak orang yang ia sayang, dan ia menjaga Melvia agar ia tidak kehilangan orang yang ia sayang lagi. Namun hal itu bertentangan dengan takdir, semua hanya mengikuti alur tanpa harus merubahnya. Delvinno hancur seketika, ia kehilangan semuanya. Kepada siapa ia harus pelang lagi?? Tidak ada tempat untuk pulang. " Tuhan, bolehkan bawa jasadnya kembali dari lautan sana? , aku merindukannya" -Delvinno- ~Arus Melvia~
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sang Pemilik Luka
  • Prince Untuk Alea
  • Ghiffanya Levin [ SELESAI ]
  • My Perfect Doll
  • Love In Profession[End]
  • Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI
  • PERNAHKAH KAU MENCINTAIKU (END DI WEBNOVEL)
  • "Algantara Delano Arlaska"
  • LALA

Tentang Naomi Meishana Eloise-gadis dengan luka yang tak terlihat. Di balik keceriaannya , tersimpan jiwa yang telah lama lelah disakiti, terutama oleh sosok yang seharusnya melindunginya: ibunya sendiri. Meisha tumbuh dengan luka yang tak pernah benar-benar sembuh, dan takdir seolah tak pernah berpihak padanya. Ia terus berjalan, menyembunyikan luka di balik senyuman tipis dan diam yang rapat. ***** "Jauhkan kucing itu dari gue!" bentak Meisha dengan suara bergetar. Nafasnya memburu, dadanya naik turun tak terkendali, dan matanya mulai berkaca-kaca. "Why? Lo phobia?" tanya Keenan, bingung. "Gue trauma... sama makhluk berbulu itu. Tolong, jauhin..." bisik Meisha lirih, sebelum akhirnya isak tangis pecah dari bibirnya. Keenan langsung tersentak, buru-buru menurunkan kucing itu dari pelukannya. Dengan perasaan bersalah, ia meraih bahu Meisha yang mulai bergetar hebat. "Maafin gue... gue bener-bener gak tau. Gue gak bermaksud bikin lo kayak gini." Suaranya melembut, penuh penyesalan. Ia lalu memeluk Meisha perlahan, menenangkan gadis itu sambil mengusap punggungnya dengan lembut. "Apa yang bikin lo bisa sampai segini traumanya?" tanyanya pelan. Meisha diam. Sesaat kemudian, ia menggeleng pelan, menahan perih yang belum siap dibuka. "Maaf... untuk sekarang, gue belum siap cerita."

More details
WpActionLinkContent Guidelines