Antarātma {TAMAT}

Antarātma {TAMAT}

  • WpView
    Reads 2,132
  • WpVote
    Votes 466
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadComplete Mon, Aug 3, 2026
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Psychological
Horror
Ghosts and Hauntings
Antarātma mengisahkan Indraya, seorang fotografer jalanan yang hidup dalam bayang-bayang depresi, trauma, dan keinginan untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Pertemuannya dengan sebuah buku tua misterius menyeretnya pada rangkaian kejadian ganjil yang perlahan meruntuhkan batas antara kenyataan dan dunia tak kasatmata. Setelah mengalami gangguan mental yang membuatnya hampir kehilangan kewarasan, Indraya dibawa ke sebuah desa sunyi di lereng pegunungan Jawa, tempat ia bertemu Lembayung, perempuan misterius yang selalu menyimpan sesuatu yang tidak pernah benar-benar bisa dipahami manusia. Bersama Mbah Dharmo dan Bima, Indraya mulai terseret ke dalam rahasia tentang keris tua, ritual kematian, dan sosok-sosok yang seolah hidup di antara dunia manusia dan sesuatu yang lebih purba dari ingatan. Namun semakin jauh Indraya mencoba memahami semua itu, semakin kabur pula batas antara hidup, mati, mimpi, dan kenyataan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENGUMPAT
  • SURUP
  • Obliviora
  • ATMAN
  • 𝔼𝕊𝕋𝔸𝔽𝔼𝕋 𝕋☠️𝕏𝕀ℂ [ Re-up. New version ]
  • Melodi Kekacauan [Terbit]
  • Kaca yang retak

Perempuan introvert ini mulai membuka diri, mulai bermain media sosial, lalu keanehan demi keanehan dalam dirinya mulai terjadi yang sekaligus menjadi penghubung antara masa lalu dan teman-temannya. "Aku berencana mengirimkan DVR ini bersama dengan seprei yang dipakai ketika malam pertama kami menikah. Barangkali terdengar konyol, tapi seprei ini ada noda bekas darah selaput perawanku, iya ini salah satu kenangan yang masih tersimpan rapih di kotak penyimpanan kamar tidur kami. Aku titipkan seprei ini kepadamu Eya. Jika nanti anak perempuanku sudah remaja tolong berikan kepadanya sehingga nanti dia bisa menjaga mahkota hanya untuk suaminya." Eya sering kali mengumpat dari rasa takut dan trauma yang sekaligus menjadi bentuk luapan dendam amarahnya. Segala hal mengenai kematian merangsek berubah menjadi obsesi. Kengerian-kengerian mulai mewujud dalam pikiran, seakan membabibutakan kesadaran, di antara nyata atau imaji hanya ada mati. Cattleya Kirana Dewi, adalah mimpi buruk bagi pikiran dan imajinya. Saat ajal mulai melingkari leher, mereka memohon kematian kepadanya, sedangkan kematian baginya hanyalah sebuah jembatan untuk menuju keabadian. Mengumpat di dalam kematian tidak lagi tabu bagi mereka yang menuju mati dalam umpatan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines