We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Golden Oath

Golden Oath

  • WpView
    Reads 85
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 16, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Di bukit ladang bunga matahari yang tenang, seorang pemuda hidup damai bersama kakek dan adik perempuannya. Namun, hidupnya harus berubah ketika ia menyelamatkan seorang putri bangsawan yang di culik oleh para bandit gunung. Sebagai tanda terimakasih, pemuda itu diminta menjadi ksatria pribadi sang putri, sementara adiknya, yang berbakat dalam seni pengobatan, diangkat menjadi tabib pribadi sang putri. Dipaksa meninggalkan kehidupannya yang sederhana, pemuda itu bersama adiknya memasuki dunia istana yang penuh intrik dan bahaya. Namun, semua itu hanyalah permulaan dari, dari ancaman luar dan dalam yang terus membayangi. Di tengah konflik yang melibatkan kekuatan misterius dan takdir kerajaan, pemuda itu harus melindungi sang putri sekaligus menghadapi rahasia tentang dirinya sendiri.
Creative Commons (CC) Attribution
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Exiled Queen (TAMAT) √
  • Blood, Sword, and Love Tested [END]
  • I SEE You
  • The Miracle Of Crystals
  • Demon's Bloom: A Sacrifice for Love [END]
  • AIR MATA IBLIS : untold story of Kanaya
  • Lightshadow
  • Cantikku Dibalik Kacamataku [On Going]
  • The hero behind the hero

First historical-fantasy Romance by Me! *** "Kenapa kau tampak begitu tenang, heh?" desisnya tepat di wajah Sang Ratu. "Kau bahkan memberikan obat subur untuk kami. Apa kau tidak takut posisimu akan tergulir jika aku memiliki anak dari selir lain?" napas Ghaozen bahkan terasa begitu tergesa di wajah cantik dan lembut milik Yueyin. Yueyin justru tersenyum tulus, "Saya yakin, tak lama lagi tempat saya akan berganti. Lalu, apa yang harus saya takutkan?" Ya benar, apa yang harus ditakutkannya? Karena sejak kecil Yueyin di didik tidak untuk menjadi orang yang serakah. Tidak untuk menjadi orang yang naif dan munafik. Ia bahkan sebisa mungkin hidup jauh dari jangkauan istana, namun sialnya pekerjaan sang ayah membuatnya terjebak dengan Raja saat ini. Raja yang dikenal berhati iblis! Istana adalah tempat yang mengerikan! Jauhi sebisa mungkin, Yueyin. Itu adalah pesan terakhir sang ibu padanya sebelum ibunya bunuh diri akibat perceraian dan fitnah kejam dari istana oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab. "Kau lancang, Ratu!" Ghaozen semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Yueyin. Menatap bibir merah muda Yueyin yang tampak menggoda begitu membangkitkan hasratnya sebagai lelaki jantan. Namun, ketika kedua bibir itu nyaris menyatu, Yueyin lebih dulu memalingkan wajahnya. Membuat Ghaozen tersenyum sinis dan berbisik pelan, "Rumor itu beredar salah. Bukan aku yang tidak pernah mengunjungimu, Yueyin. Tapi, kau yang selalu menolak kehadiranku!" gumamnya sebelum keluar dari kediaman Yueyin dengan langkah lebar.

More details
WpActionLinkContent Guidelines