Story cover for my boy by staya_raknala
my boy
  • WpView
    Membaca 127
  • WpVote
    Vote 74
  • WpPart
    Bab 8
  • WpView
    Membaca 127
  • WpVote
    Vote 74
  • WpPart
    Bab 8
Lengkap, Awal publikasi Des 27, 2024
Kecerobohan yang dibuat Stana dan sikapnya yang periang membuat Gilang tertarik padanya.

Ketertarikan itu muncul dengan sikap cuek dan bodo amat nya Stana ke Gilang.

Perlahan tapi pasti Gilang  mulai mendekati Stana dengan cara yang tidak langsung.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan my boy ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 5
Edrea cover
Mr Dodol And Ms Cendol cover
Ketika Dua Dunia Bertemu cover
AILAH(END)✅ cover
Poetry's Memory  cover

Edrea

19 bab Bersambung

Dia hanya seorang gadis yang bangun hanya untuk bertahan hidup. Hidupnya tidak semewah yang sering kita lihat dilayar. Bukan juga seindah caption orang-orang yang sibuk memamerkan kekayaan. Entah itu tas baru, liburan keluar negeri, punya rumah yang bak istana yang pencapaianya katanya hasil kerja keras, padahal sering kali itu hanya topeng dari kehampaan sehingga selalu butuh perhatian. Dia bukan siapa-siapa. Tidak punya orang tua, tidak punya rumah yang bisa disebut pulang sepenuhnya. Dia hanya punya dirinya sendiri, dan keberanian kecil untuk tetap bangun disetiap paginya. Lucunya, orang-orang sering bilang hidup itu tentang berjuang. Padahal, Sebagian dari kita tidak sedang berjuang untuk sukses, tetapi hanya untuk berjuang untuk bertahan. Didunia yang terlalu sibuk mengejar Cahaya, gadis itu memilih untuk belajar mencintai gelap, karena hanya disana dia bisa mengenal dirinya yang sebenarnya. Gadis yatim piatu yang takut untuk membayangkan keindahan karena dia hanya akan berjalan disekitar kegelapan sampai sang pencipta memanggilnya. Diluar sana, media sosial sudah seperti panggung besar. Semua orang tampil dengan topeng terbaiknya. Dan entah sejak kapan, kesederhaaan mulai dianggap sebuah kegagalan. Gadis itu sering kali merasa kecil karena tak punya orang tua sebagai tempat untuk berlindung dan aku hanya berkompromi dengan dirinya sendiri dan mencoba untuk bertahan disetiap detiknya.