Story cover for a world without light by prisyadelra
a world without light
  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Dec 27, 2024
Dunia ini pernah diterangi oleh cahaya yang menyinari setiap sudut bumi, memberi kehidupan, harapan, dan kekuatan pada setiap makhluk yang hidup. Namun, suatu hari, cahaya itu hilang tanpa jejak, meninggalkan dunia dalam kegelapan abadi.

Sebelumnya, tidak ada yang tahu kapan atau bagaimana hal itu terjadi. Cahaya, yang dulu begitu alami, kini hanya sebuah kenangan yang terlupakan. Para penduduk dunia hidup dalam bayang-bayang, mencari sedikit sinar untuk menerangi langkah mereka, namun tak pernah menemukan sumbernya. Hanya kilatan-kilatan petir yang datang dan pergi, memberi harapan sekejap sebelum kegelapan kembali menelan segalanya.

Pada saat yang sama, sebuah legenda pun muncul. Konon, ada seorang pemuda yang akan membawa cahaya kembali. Sang Pembawa Fajar, yang akan terlahir pada saat dunia paling membutuhkan. Namun, siapa yang tahu kapan saat itu akan datang? Dan siapa yang tahu jika legenda itu benar-benar ada?

Di sebuah kota kecil yang terletak di ujung dunia, seorang pemuda bernama Kylan hidup tanpa mengetahui bahwa takdirnya terikat dengan legenda yang telah lama terlupakan. Kehidupannya yang tenang akan segera berubah saat dia menemukan sesuatu yang tak pernah ia bayangkan-seberkas cahaya yang pertama kali terlihat di dunia yang gelap.

Namun, cahaya ini datang dengan harga yang harus dibayar, dan perjalanan yang akan dihadapi Kylan akan membawanya jauh dari rumah, ke tempat yang bahkan para penduduk pun takut untuk menyebutnya. Di luar kota, di tempat yang terlupakan oleh waktu, terdapat kegelapan yang lebih dalam dari yang pernah mereka ketahui.

Apakah Kylan akan siap menghadapi tantangan ini? Dan apakah dia bisa mengembalikan cahaya yang telah lama hilang, ataukah dunia ini akan terperangkap dalam bayangan selamanya?
All Rights Reserved
Sign up to add a world without light to your library and receive updates
or
#76kegelapan
Content Guidelines
You may also like
LIMBO - The Edge Of Life ( ON GOING ) by Erchill112
12 parts Ongoing
Bianca, Erick, dan Ryan terlempar ke dalam sesuatu yang bukan dunia-bukan pula mimpi. Sebuah limbo. Tempat di mana realitas tak lagi punya bentuk, dan logika dibungkam oleh kekacauan. Di sana, waktu berjalan tanpa arah. Langit berubah warna sesuka hati, tanah bisa menghilang di bawah kaki, dan udara terasa seperti bisikan ketakutan yang berulang-terus, dan terus. Mereka tidak tahu dari mana semua ini bermula. Yang mereka tahu, sesuatu sedang mengejar. Selalu. Tidak pernah jauh. Sesuatu yang tidak memiliki wajah, tapi membawa kegelapan yang bisa mencuri isi dada manusia. Setiap langkah membawa mereka lebih dalam, ke dalam lorong-lorong hampa, ke ruang yang berbisik, ke tempat di mana tragedi adalah matahari yang terbit setiap pagi. Jantung mereka berdetak seperti genderang perang, darah berdegup kencang tanpa sebab, dan pelan-pelan, rasa cemas berubah menjadi putus asa-menyusup ke tulang, menguasai jiwa yang letih untuk terus melawan. Mereka mencari jalan keluar. Terus berjalan meski mata tak sanggup lagi membedakan kenyataan dari ilusi. Petunjuk demi petunjuk muncul dalam bentuk yang ganjil: lukisan berdarah, suara anak kecil menangis, jam yang berputar mundur. Dan perlahan, mereka mulai menyadari-dunia ini bukan hanya tempat, tapi cermin retak dari kebenaran yang tak pernah mereka sangka. Apa yang mereka temukan bukan penyelamatan, melainkan jawaban. Dan seperti semua jawaban dalam mimpi buruk, ia datang dengan harga: luka yang tak pernah bisa disembuhkan. Ini bukan sekadar kisah tentang bertahan hidup. Ini adalah kenangan yang tertanam, membekas, menoreh, membuat mereka mengerti satu hal: Beberapa pintu, tidak pernah seharusnya dibuka. ( REVISI SETELAH TAMAT :))
Hujan Ingatan - Negeri Hujan Ingatan by Rai_TintaAstral
3 parts Complete
Di Kota Senja, tempat langit selalu temaram dan hujan tak pernah reda, Elian menjalani hidupnya dalam kesendirian yang ganjil. Ia merasa berbeda, dihantui kenangan-kenangan yang terasa asing, seolah bukan miliknya. Saat kota mulai "berbicara" padanya lewat anomali waktu, pantulan cermin yang hidup sendiri, dan pesan-pesan misterius yang muncul entah dari mana, Elian terseret ke dalam pusaran teka-teki yang mengancam kewarasannya. Sebuah poster dengan simbol spiral aneh, halaman koran tentang anak hilang yang membangkitkan rasa bersalah tak terjelaskan, dan rekaman suara ibunya yang penuh rahasia menjadi serpihan-serpihan puzzle yang harus ia susun. Setiap petunjuk membawanya lebih dekat pada kebenaran mengerikan tentang dirinya, ibunya, dan eksperimen misterius bernama ELR yang melibatkan hujan sebagai media. Ketika dunia di sekitarnya membeku dan suara-suara gaib memperingatkannya tentang waktu yang bukan miliknya serta ingatan yang tak bisa dipercaya, Elian sadar ia bukan sekadar remaja biasa. Di tengah realitas yang semakin pecah, apartemennya berubah menjadi mesin ingatan, dan bahkan buku hariannya menuliskan pesan-pesan dari tangan tak dikenal. Puncaknya, sebuah peringatan "JANGAN BUKA PINTU" muncul di jendela kamarnya, diikuti tiga ketukan misterius. Terjebak antara rasa takut dan keinginan untuk tahu, Elian harus memilih: mengabaikan semua kegilaan ini, atau membuka pintu menuju takdir yang mungkin akan menghancurkan semua yang ia yakini tentang hidupnya.
You may also like
Slide 1 of 7
LIMBO - The Edge Of Life ( ON GOING ) cover
Candlelight (HIATUS) cover
Hujan Ingatan - Negeri Hujan Ingatan cover
Beyond the Grave, Beyond the Sky cover
The Miracle Of Crystals cover
Misteri di Balik Kabut Gunung Salak cover
The Six Crystal (Tahap Revisi) cover

LIMBO - The Edge Of Life ( ON GOING )

12 parts Ongoing

Bianca, Erick, dan Ryan terlempar ke dalam sesuatu yang bukan dunia-bukan pula mimpi. Sebuah limbo. Tempat di mana realitas tak lagi punya bentuk, dan logika dibungkam oleh kekacauan. Di sana, waktu berjalan tanpa arah. Langit berubah warna sesuka hati, tanah bisa menghilang di bawah kaki, dan udara terasa seperti bisikan ketakutan yang berulang-terus, dan terus. Mereka tidak tahu dari mana semua ini bermula. Yang mereka tahu, sesuatu sedang mengejar. Selalu. Tidak pernah jauh. Sesuatu yang tidak memiliki wajah, tapi membawa kegelapan yang bisa mencuri isi dada manusia. Setiap langkah membawa mereka lebih dalam, ke dalam lorong-lorong hampa, ke ruang yang berbisik, ke tempat di mana tragedi adalah matahari yang terbit setiap pagi. Jantung mereka berdetak seperti genderang perang, darah berdegup kencang tanpa sebab, dan pelan-pelan, rasa cemas berubah menjadi putus asa-menyusup ke tulang, menguasai jiwa yang letih untuk terus melawan. Mereka mencari jalan keluar. Terus berjalan meski mata tak sanggup lagi membedakan kenyataan dari ilusi. Petunjuk demi petunjuk muncul dalam bentuk yang ganjil: lukisan berdarah, suara anak kecil menangis, jam yang berputar mundur. Dan perlahan, mereka mulai menyadari-dunia ini bukan hanya tempat, tapi cermin retak dari kebenaran yang tak pernah mereka sangka. Apa yang mereka temukan bukan penyelamatan, melainkan jawaban. Dan seperti semua jawaban dalam mimpi buruk, ia datang dengan harga: luka yang tak pernah bisa disembuhkan. Ini bukan sekadar kisah tentang bertahan hidup. Ini adalah kenangan yang tertanam, membekas, menoreh, membuat mereka mengerti satu hal: Beberapa pintu, tidak pernah seharusnya dibuka. ( REVISI SETELAH TAMAT :))