Diary Depresiku

Diary Depresiku

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 27, 2024
Hidup dalam lingkungan toxic itu berat ya?. Di besarkan dalam keluarga yang diajarkan untuk mandiri dan tidak bercerita pada siapapun ketika ada masalah juga sangat menyebalkan. Pernah mendengar tentang keluarga cemara?. Sepertinya tidak asing lagi bagi orang-orang sekarang. Memang siapa yang tidak ingin punya keluarga cemara?. Semua anak mendambakan akan hal itu. Tapi bagaimana kalau cemara namun berantakan?. Kata orang cemara itu lengkap, damai, dan utuh. Bagaimana kalau semua itu ada tapi riuh. Rumah yang seharusnya tempat ternyaman untuk anak mereka beristirahat malah menjadi tempat yang terkadang anak mereka tersebut segan kembali kerumah. Book ini akan menceritakan tentang anak perempuan yang menyembunyikan beribu lukanya sendiri. Tentang anak perempuan yang dipaksa sempurna namun tanpa ada dukungan dari sekitarnya. Kehidupan sehari-harinya hanya di hantui rasa takut akan melangkah. Takut akan setiap pergerakannya tak sesuai dengan harapan orang tuanya. Zea Aghnia, Gadis remaja yang tumbuh dengan rasa takut. Selalu dirinya mendengar celotehan tak nyaman dari mulut keluarganya membuat rasa tak percaya diri itu tumbuh dalam jiwa Zea. Semua keluh kesah Zea belum ada yang mengetahuinya, kecuali buku tebal bersampul merah hitam yang menemani Zea dari kecil, buku tebal yang selalu menjadi saksi betapa beratnya kehidupan yang Zea jalani. Buku tebal dengan sampul merah hitam itu Zea beri judul, 'Diary Depresiku'.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • MIRROR DEVIL
  • RIRI NATARI [END]
  • The Secret Of Old School
  • Kami Tumbuh Dari Ledakan
  • Dibawah atap yang salah (hiatus)
  • Effort 2 [ Completed ]
  • Broken Home (Completed)
  • Aghida [ON GOING]

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)

More details
WpActionLinkContent Guidelines