AKSERIO

AKSERIO

  • WpView
    MGA BUMASA 23
  • WpVote
    Mga Boto 8
  • WpPart
    Mga Parte 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Fri, Jan 31, 2025
"Lepasin tangan gue!! kenapa sih Lo!! Ngatur banget"ucap Alya sambil mengibas kan tangan nya " Ya..karna gue ketua OSIS" jawab akserio "Mentang-mentang Lo ket--" "Apa?udah ayok masuk!! Kebanyakkan bawel Lo jadi cwek!!" Potong akserio cepat Sambil menarik tangan Alya kembali ✧✧✧ "Kenapa Lo ada disini?"tanya Alya dengan tidak mengalihkan pandangannya Lama Alya menunggu balasan,namun tidak ada sepatah kata yang keluar dari mulut akserio "Ditanya ga jawab!!" "Dasar bisu!!" Ketua Alya mengejek "Apa Lo bilang? Coba ulangin!!" Ucap akserio "Bi..su!! Dah denger kan!!"jawab Alya dengan santainya "Cwek unik"batinnya
All Rights Reserved
#372
ceritafiksi
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • ALYA
  • GUNFA
  • troublemaker VS ketos! ✔
  • Rewrite My Heart [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • GHAVARI
  • CANVAS PERSAHABATAN (TAMAT)
  • Allya Theo Perjodohan? [On Going♡]
  • Antara Cinta & PR Matematika
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • Melody Arthadiesa
ALYA

Alya melangkah menuju sekolah dengan langkah pelan. Jalanan pagi itu sepi, hanya suara burung berkicau yang menemani. Biasanya, ia akan berangkat lebih awal untuk membaca buku di perpustakaan, tapi hari ini hatinya terasa berat. Sesampainya di sekolah, suasana berbeda jauh dari rumahnya. Di sini, Alya bukanlah anak yang diabaikan. Ia dikenal sebagai murid berprestasi, ketua klub sains, dan siswa yang sering membawa nama sekolah ke ajang perlombaan. Teman-teman dan guru-guru menghormatinya. Saat ia memasuki kelas, seorang temannya, Dinda, langsung menghampirinya. "Alya! Kamu udah siap buat ujian hari ini? Kayaknya ini bakal susah banget!" kata Dinda panik. Alya tersenyum kecil. "Aku sudah belajar semalam. Semoga saja bisa mengerjakan dengan baik." Dinda menghela napas. "Duh, enak banget jadi kamu. Pinter, rajin, selalu menang lomba. Orang tuamu pasti bangga banget, ya!" Ucapan itu membuat senyum Alya menegang. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Haruskah ia mengatakan yang sebenarnya? Bahwa tidak peduli berapa banyak piala yang ia menangkan, orang tuanya tidak pernah benar-benar peduli? Alya hanya tertawa kecil. "Iya, semoga saja." Gmn kelanjutan nya? Langsung baca aj yaa See you, semoga suka sama ceritanya >_- Dilarang keras plagiat karya gw⚠️

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman